Share

Jokowi-Xi Jinping Bakal Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 01 April 2022 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 320 2571509 jokowi-xi-jinping-bakal-uji-coba-kereta-cepat-jakarta-bandung-eQfpM76v7g.jpg Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dilakukan November 2022. (Foto: Okezone.com/KCIC)

JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia-Chia (KCIC) mengungkapkan bahwa proyek kereta cepat pertama di Indonesia siap uji coba pada November 2022. Direncanakan Presiden Jokowi ikut dalam uji coba pengoperasian kereta cepat Jakarta-Bandung.

Corporate Secertary PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Rahadian Ratry mengatakan, nantinya yang melakukan uji coba pertama kali adalah Presiden Joko Widodo yang juga didampingi oleh Presiden China, Xi Jinping. Hal tersebut bersamaan penyelengaraan G20 di Indonesia.

Baca Juga: Uniknya Kereta di Korea, Jalan Sendiri Tanpa Masinis

"Rencananya Presiden Jokowi dan Presiden China, Xi Jinping, akan melakukan uji coba dynamic test dari stasiun Tegal luar menuju stasiun Padalarang," ujar Rahadian Ratry, pada Market Review IDXChanel, Jumat (1/4/2022).

Rahadian menjelaskan pada konsep dynamic test ini nantinya kereta akan melaju dengan kecepatan yang sudah ditentukan. "Ini juga kita siapkan terkait dengan pelaksanaan G20, kami juga kami harapkan bahwa kereta cepat bisa muncul pada pelaksanan G20.

Baca Juga: Pekerja Lokal Sudah Bisa Las Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Hingga saat ini Rahadian menjelaskan proses pembangunan konstruksi sudah mencapai 80%. Setidaknya masih terdapat 2 tunel lagi yang belum tembus. Ditargetkan tunuel tersebut akan rampung pada bulan April hingga Mei tahun ini.

Rahadian mengatakan masih terdapat banyak hambatan dalam proses pembangunan proyek tersebut. Misal salah satunya adalah pandemi covid 19 yang saat ini belum selesai.

Selanjutnya pengguna Tenaga Kerja Asing juga akhirnya menjadi kendala tersendiri untuk para pekerja. Karena para TKA tersebut memiliki posisi sebagai tenaga ahli yang membawahi para tenaga kerja lokal.

"Tentunya interaksi antar pekerja ini perlu menjadi perhatian, karena kita tidak mau proses terkenala," sambung Rahadian.

Selanjutnya kendala lain juga datang darinya masalah secara geografis. Hal tersebut menjadi kendala pembangunan tunel karena memiliki tekstur tanah yang berbeda dengan yang lain

"Ini memang lokasi yang tidak mudah untuk dilakukan pembangunan, sehingga perlu ada metode khusus yang memungkinkan pembangunan konstruksi kanal tersebut bisa berjalan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini