Share

Intip Potensi Industri Properti di Pulau Sumatera

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 01 April 2022 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 470 2571511 intip-potensi-industri-properti-di-pulau-sumatera-fZ2rzHzvkx.jpg Potensi Industri Properti di Pulau Sumatera. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu (BPKPT) Kadin siap mendukung Pemerintah mengembangkan Sumatera dari berbagai aspek dan menjadikan industri properti sebagai lokomotif penggerak perekonomian di pulau seluas 473.000 kilometer persegi.

Kepala BPKPT Kadin Budiarsa Sastrawinata mengatakan, industri properti merupakan sektor strategis karena dari sisi produksi telah memberikan kontribusi 13,6% pada Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional 2020. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) menyebutkan, pada 2021 sektor properti merupakan investasi tertinggi pertama untuk penanaman modal dalam negeri dan peringkat ke-6 untuk penanaman modal asing.

“BPKPT Kadin siap menjalin kerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang bergerak dalam industri properti, sebagai komitmen untuk membangun Sumatera dan Indonesia," ujarnya, Jumat (2/4/2022).

Baca Juga: Harga Sewa Rumah di AS Kian Mahal! 2 Kamar Tidur Dipatok Rp40 Juta, Diaspora Menjerit

Menurutnya, pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim di Batam oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero) bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero Tbk) selama 25 tahun ke depan, akan membuka peluang usaha bagi para pemangku kepentingan (stakeholder) yang bergerak dalam industri properti.

Selain itu, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.731 km yang menghubungkan kota-kota dari Aceh hingga Lampung akan menggerakkan roda perekonomian di Sumatera, membuka sentra-sentra ekonomi baru dan pusat-pusat industri baru, dan membawa potensi bisnis yang besar terutama jika dapat dikaitkan dengan perencanaan kantong-kantong permukiman secara terpadu. Jalan tol yang menelan biaya investasi sekitar Rp555,38 triliun ini, mulai dibangun pada 2015, dan dijadwalkan selesai pada 2024.

Baca Juga: Sejarah Buktikan Kenaikan Harga Komoditas Dorong Penjualan Properti

BPKPT Kadin menggali lebih jauh potensi dan peluang usaha di kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK). Salah satu bidang di BPKPT Kadin adalah Kawasan Pengembangan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD), Kota Bandara atau Airport City, dan Kota Pelabuhan atau Harbour City. BPKPT Kadin siap mendukung Pemerintah mengembangkan kawasan TOD di wilayah ini.

Sementara itu Direktur PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengungkapkan, melalui kolaborasi dengan Incheon International Airport Corporation dan PT Wijaya Karya, Bandara Hang Nadim Batam akan dijadikan western hub pertama, menjadi penghubung penerbangan domestik di wilayah Sumatera ke bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I di wilayah timur Indonesia.

Selain itu, Bandara Hang Nadim juga menjadi hub keberangkatan haji umrah wilayah barat Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan Incheon, Bandara Hang Nadim akan menjadi hub bagi penumpang internasional dari Bandara Incheon di Korea Selatan, dan dari wilayah Eropa menuju berbagai destinasi di Indonesia,” kata Faik Fahmi, yang juga Wakil Kepala BPKPT yang membawahi bidang Kawasan Transit Oriented Development, Airport City, Harbour City.

Faik mengungkapkan, Bandara Hang Nadim akan dikembangkan sebagai hub logistik di wilayah barat Indonesia.

“Batam sebagai pusat industri, lokasinya berdekatan dengan Singapura sehingga dapat menangkap potensi spill over kargo Singapura. Ini faktor penguat menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai pusat logistik di kawasan Asia Tenggara,” kata Faik.

Kepala BPKPT Kadin Budiarsa Sastrawinata juga menyebutkan, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) akan membuka peluang usaha bagi industri properti dan industri ikutannya, mulai dari pembangunan perumahan, kawasan industri, hingga pengembangan sektor pariwisata. Sumatera menyimpan banyak kekayaan keindahan alam yang natural yang berpotensi membuka kesempatan bagi sektor pariwisata di berbagai daerah di Sumatera kian berkembang, dan pada gilirannya akan membuka lapangan kerja baru.

BPKPT Kadin yang memiliki bidang-bidang kawasan permukiman, kawasan industri, dan kawasan pariwisata, dapat membantu Pemerintah menggerakkan perekonomian Sumatera. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera telah membangkitkan stimulus terhadap perekonomian Indonesia dan berdampak positif berupa penciptaan nilai tambah, pendapatan masyarakat, dan kesempatan kerja.

BPKPT Kadin berharap kantong permukiman ini dapat dikembangkan untuk menciptakan sentra ekonomi dengan memanfaatkan jaringan jalan tol yang dibangun Pemerintah sekaligus menyusun rencana induk kantong-kantong permukiman yang disesuaikan dengan rencana jalan tol tersebut. Tujuannya untuk memeratakan ekonomi berbasis sumber daya lokal, menyelesaikan problem perkotaan, salah satunya masalah urbanisasi serta menciptakan sentra-sentra ekonomi baru yang pada gilirannya menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini