Share

UMKM Batik hingga Kerajinan Tangan Mejeng di TIIWG G20 Solo

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Sabtu 02 April 2022 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 02 455 2572186 umkm-batik-hingga-kerajinan-tangan-mejeng-di-tiiwg-g20-solo-YLoX1pqXI5.jpg Produk UMKM dipajak di rangkaian acara Presidensi G20 Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meramaikan pegelaran Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) dalam agenda Presidensi G20 Indonesia.

Berbagai jenis produk UMKM dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan hasil daur ulang, pahatan kayu, kain batik khas solo, sampai makanan kemasan. Para delegasi terlihat antusias ketika menjajaki setiap stand produk UMKM yang memiliki keunikan berbeda-beda.

“Banyak hal yang bisa ditawarkan oleh Solo, termasuk produk-produk dari industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, banyak hal yang bisa ditawarkan oleh Solo terkait dengan sejarah. Oleh sebab itu, kita menetapkan Kota Solo sebagai tuan rumah pertemuan TIIWG kali ini,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dari keterangan resminya, Sabtu (2/4/2022).

Dia menyampaikan, di antara UMKM yang menampilkan produk-produknya kepada delegasi, tak sedikit yang produknya telah menembus pasar internasional. Salah satunya adalah Etnic-k yang merupakan produsen home decor dan berbagai produk sandang yang terbuat dari bahan daur ulang karung goni.

Etnic-k telah memasarkan produknya hingga ke Belgia, Perancis, dan Afrika. Produk berupa tas yang terbuat dari bahan ekspor daur ulang karung goni adalah produk unggulan yang diminati.

Septi Utami selaku owner Etnic-K mengaku gelaran TIIWG ini sebagai ajang untuk memperkenalkan produk mereka dan juga membantu meningkatkan branding.

“Targetnya lebih ke branding dan menjalin hubungan dengan calon costumer atau buyer. Terlibat di event sebesar ini bagi kami adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Ini sebenarnya peluang untuk memperkenalkan produk Etnic-k kepada delegasi asing,” sambung Menperin.

Dia menjelaskan, program fasilitasi, pelatihan, dan kesempatan kurasi pameran dalam dan luar negeri adalah bentuk dukungan dari pemerintah untuk memajukan UMKM agar memiliki daya saing dan memperluas pasar.

Hal ini sejalan dengan hasil pertemuan pertama TIIWG. Salah satu kesimpulannya adalah sistem perdagangan multilateral harus mampu memberikan akses kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan mendukung agenda pengentasan kemiskinan untuk mencapai SDGs.

Selain itu, dukungan terhadap UMKM serta peningkatan peran perempuan juga merupakan keharusan dalam memperkuat Global Value Chains (GVCs).

“Sebagai penyelenggara, Kementerian Perindustrian berharap pertemuan pertama TIIWG G20 di Kota Solo dapat memberikan dampak langsung pada masyarakat setempat,” pungkas Menperin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini