Share

Inarno jika Terpilih Jadi DK OJK: Kapitalisasi Pasar Bursa Capai Rp15.000 Triliun

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 320 2574854 inarno-jika-terpilih-jadi-dk-ojk-kapitalisasi-pasar-bursa-capai-rp15-000-triliun-dQzdHpFuya.JPG Inarno Djajadi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi menyebutkan sejumlah keinginan yang ingin dicapai jika dia terpilih menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dia mengatakan, bahwa dia memiliki rencana pengembangan pasar modal hingga tahun 2027, dan ada beberapa target yang ingin ditembusnya.

Pertama, adalah kapitalisasi pasar (market cap) pasar modal bisa tembus Rp15.000 triliun dengan transaksi saham mencapai Rp25 triliun pada 2027.

 BACA JUGA:Uji Kelayakan DK OJK, Inarno Dicecar soal Goreng Saham hingga Influencer

"Kita harapkan di 2027 kapitalisasi pasar kita bisa mencapai Rp15.000 triliun, 60% dari PDB nantinya," ungkap Inarno dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di hadapan Komisi XI DPR RI pada Kamis(7/4/2022).

Tercatat, bahwa rata-rata nilai transaksi harian pada saat ini adalah sebesar Rp13,37 triliun. Inarno menargetkan angka ini bisa meningkat di tahun 2027 menjadi Rp25 triliun.

Dia juga menargetkan agar jumlah perusahaan tercatat meningkat menjadi 1.100 perusahaan.

"Saya dengar kemarin jumlah perusahaan tercatat yang per kemarin sudah 780, dan diharapkan di 2027 bisa mencapai 1.100 perusahaan," tambahnya.

Untuk mencapai target tersebut, Inarno memperhitungkan bahwa diperlukan setidaknya butuh tambahan 60 unit perusahaan tercatat setiap tahunnya.

 BACA JUGA:IPO GoTo Kantongi Izin OJK, Pasang Harga Rp338/Saham

Sementara itu, dia juga menyoroti jumlah investor pasar modal saat ini yang sekitar 8,3 juta. Angka ini memang meningkat hingga 7,5 kali lipat dibandingkan tahun 2017.

"Diharapkan di 2027 sudah bisa mencapai lebih dari 20 juta investor pasar modal. Mudah-mudahan ini bisa kita capai dengan dukungan dari semua pihak termasuk DPR," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini