Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Solar Subsidi Langka, Nelayan Terpaksa 'Minum' Solar Industri

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Jum'at, 08 April 2022 |08:20 WIB
Solar Subsidi Langka, Nelayan Terpaksa 'Minum' Solar Industri
Ilustrasi BBM. (Foto: Okezone)
A
A
A

MEDAN - Sulitnya mendapatkan solar bersubsidi memaksa para nelayan di Kota Medan, Sumatera Utara, menggunakan solar industri untuk tetap bisa melaut. Kondisi itu pun membuat biaya produksi mereka naik hingga 100 persen.

Demikian dikatakan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan, Abdul Rahman saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (7/4/2022) malam.

"Ya terpaksa beli solar industri. Mau nelayan besar mau kecil. Udah dua bulan ini kita sulit mendapatkan solar. Beberapa hari terakhir makin parah," kata Atan dengan panggilan akrab Abdul Rahman.

 BACA JUGA:Curang saat Pengisian Solar, 7 Petugas SPBU Ditangkap

Atan menjelaskan, mereka terpaksa membeli solar industri karena harus tetap melaut. Baik untuk tetap menghidupi keluarga maupun untuk memenuhi kewajiban kepada pihak lain.

"Kalau kapal besar itu pekerjanya bisa sampai 30 orang. Kalau enggak melaut mau dapat uang dari mana. Nelayan kecil juga begitu. Lagipula perusahaan pemilik kapal juga harus membayarkan kewajiban (pinjaman) mereka ke bank. Kalau kapal enggak jalan mau dibayar pakai apa," ungkapnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement