Share

Tak Disangka! Harga BBM Indonesia Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga, Nih Buktinya

Athika Rahma, Jurnalis · Senin 11 April 2022 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 320 2576824 tak-disangka-harga-bbm-indonesia-lebih-murah-dibanding-negara-tetangga-nih-buktinya-zRXC0VHjwu.jpg BBM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai harga BBM di Indonesia masih lebih murah dibandingkan negara-negara lain di dunia. Di mana BBM di Indonesia paling murah setelah Malaysia.

Dia menjelaskan, sesuai dengan Global Petrol Price, rata-rata harga BBM di negara lain mencapai Rp30 ribu hingga lebih, per liternya.

"Harga BBM di Singapura adalah Rp30.208 per liter, Laos Rp24.767, Filipina Rp20.828, Kamboja Rp20.521, Thailand Rp19.767, Vietnam Rp18.647, Indonesia Rp16.500 dan Malaysia Rp6.965. Harga di Malaysia lebih murah di karenakan Malaysia karena mereka menerapkan subsidi Automatic Pricing Mechanism (APM)," ujar Mamit kepada MNC Portal Indonesia, Senin (11/4/2022).

Menurut dia, APM di Malaysia berfungsi menstabilkan harga bensin seperti bensin RON 95, RON 97 dan solar sampai batas tertentu melalui pemberlakuan pajak penjualan dan subsidi dalam jumlah yang bervariasi.

Oleh karena itu, perubahan harga eceran dipengaruhi oleh besaran pajak dan subsidi dalam batas tertentu sesuai kebijakan yang ditetapkan pemerintah Malaysia. Selain itu, jalur distribusi di Malaysia jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Di negara lain, seperti Hongkong, harganya mencapai Rp36.176 per liter. Di Jerman Rp34.454 per liter, Italia Rp34.310 per liter, dan Yunani Rp32.733 per liter. "Jadi, sudah sewajarnya Pertamina menyesuaikan harga BBM umum mereka," ungkap Mamit.

Di sisi lain, harga BBM milik Pertamina juga masih terjangkau dibanding BBM milik swasta. Sebagai perbandingan, harga BBM RON 92 yang di jual Shell hari ini berada di Rp16.500, Vivo Rp12.900, dan BP-AKR Rp12.990 sementara Pertamax masih Rp12.500 per liter.

"Dengan demikian Pertamina masih harus menanggung selisih harga dengan tetap menjaga daya beli masyarakat," ungkap Mamit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini