Share

Harga BBM Pertamina Tak Naik, Keuangan Negara Bisa Berdarah-darah

Athika Rahma, Jurnalis · Senin 11 April 2022 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 320 2577011 harga-bbm-pertamina-tak-naik-keuangan-negara-bisa-berdarah-darah-iSZvgxXmED.jpg Ilustrasi BBM. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga minyak dunia masih berada di level tinggi. Imbasnya, produk turunan minyak dunia seperti BBM mengalami kenaikan harga.

Harga BBM yang naik dinilai wajar asal tidak menyentuh psikologis masyarakat, karena jika tidak, negara akan menanggung beban kerugian yang besar.

"Berdasarkan perhitungan pemerintah, kenaikan harga minyak USD1 per barel akan berdampak pada kenaikan subsidi BBM Rp2,65 triliun. Artinya, jika harga minyak naik USD1 per barel, beban keuangan negara bertambah Rp4,17 triliun," demikian dikutip dari laman Kementerian ESDM, Senin (11/4/2022).

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Investor Khawatir Pasokan Menipis

Di sisi lain, kinerja keuangan Pertamina sebagai penyalur BBM akan tertekan.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, tidak ada cara lain untuk meringankan beban keuangan Pertamina selain menaikkan harga BBM non subsidi.

Dengan kenaikan Pertamax, salah satu BBM umum milik Pertamina menjadi Rp12.500 per liter.

Dengan harapan kinerja keuangan Pertamina akan membaik.

"Kerugian ini masih bisa dibantu dengan perubahan status Pertalite menjadi BBM jenis penugasan khusus, di mana akan ada kompensasi kepada Pertamina," katanya.

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket 7%, Uni Eropa Pertimbangkan Embargo Rusia

Pertamina sendiri juga masih menanggung beban subsidi BBM khusus seperti Pertalite dan solar. Karena jika harga BBM jenis ini dinaikkan, maka dampaknya akan langsung terasa di masyarakat.

"Hal ini akan menyebabkan daya beli masyarakat menurun, pertumbuhan ekonomi terganggu. Roda perekonomian dan bisnis terganggu. Terjadinya pemutusan hubungan kerja. Saya kira cukup besar dampaknya," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini