Share

Sumber Kekayaan Andre Soelistyo, Miliarder Muda yang Jadi Bos GoTo

Feby Novalius, Okezone · Senin 11 April 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 455 2576789 sumber-kekayaan-andre-soelistyo-miliarder-muda-yang-jadi-bos-goto-0VoL4GpuuO.jpg Sumber Kekayaan Andre Soelistyo. (Foto: Okezone.com/GOTO)

JAKARTA - Sumber kekayaan Andre Soelistyo, CEO Group GoTo, menarik untuk diulas. Namanya mencuat ketika Gojek dan Tokopedia resmi merger dan menghadirkan grup baru yaitu GoTo.

Andre merupakan lulusan University of Technology Sydney dengan gelar Bachelor of Science in Information Technology atau BSc. Semasa kuliah, Andre juga pernah menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di New South Wales.

Berdasarkan profil LinkedIn-nya, Senin (11/4/2022), Andre memulai kariernya sebagai management trainee di Triputra Group pada 2005 - 2008.

Baca Juga: Usai IPO, Investor Domestik Mulai Jualan Saham GOTO Rp4,8 Triliun

Pada 2008 hingga 2016, Andre pernah menduduki kursi Executive Director di Northstar Group. Sekaligus ia menjadi Head of Corporate Finance di PT Delta Dunia Makmur Tbk. sejak 2009 hingga 2011. Pada Desember 2015, Andre menjabat sebagai Presiden Gojek. Hanya bertahan selama 3 tahun sebagai presiden, Andre ditunjuk sebagai Co-CEO Gojek sejak Oktober 2019.

Belum sampai 2 tahun menjabat sebagai Co-CEO Gojek, Andre kembali ditunjuk untuk menjadi CEO Group GoTo, setelah Gojek dan Tokopedia resmi melakukan merger.

Kekayaan Andre tentu dari GoTo. Dirinya dikabarkan memiliki 3.357 unit saham PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GoTo). Nilai aset tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp242,37 miliar.

Baca Juga: BEI: Gojek Tokopedia (GOTO) Jadi Decacorn Pertama Listing di Bursa Asia

Harta Andre pun diyakini terus meningkat seiring rampungnya IPO GOTO pada hari ini. Andre mengatakan, melalui momen bersejarah ini, GOTO akan meningkatkan kemampuan untuk mencapai misi, seraya melayani seluruh pihak di dalam ekosistem dengan lebih baik.

"Meski berlangsung di tengah gejolak pasar global, ketertarikan yang tinggi dari para investor mencerminkan tingginya permintaan atas layanan on-demand, e-commerce, dan financial technology di kawasan Asia Tenggara, serta kepercayaan pada posisi GoTo sebagai ekosistem digital terintegrasi terbesar di Indonesia," ujar Andre.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Menurut Andre, pihak yang paling berhak menerima apresiasi untuk pencapaian hari ini adalah mereka yang sudah bekerja keras untuk tumbuh bersama GoTo. Sebab, keberhasilan GOTO adalah berkat para mitra pengemudi, pedagang, konsumen, dan karyawan mereka.

"Karena itulah, kami berupaya keras memastikan mereka mendapat manfaat dari IPO Perusahaan melalui Program Saham Gotong Royong, yang menjadi salah satu program kepemilikan saham paling inklusif di dunia pada saat ini. Dengan upaya bersama dari semua pemangku kepentingan ini, kami akan melanjutkan misi kami untuk mendorong kemajuan bagi Indonesia dan Asia Tenggara," jelas Andre.

Dari keseluruhan proses penawaran umum perdana saham (initial public offering atau IPO), GOTO mengumpulkan total dana sebesar Rp15,8 triliun (USD1,1 miliar), terdiri dari keberhasilan penghimpunan dana sebesar Rp13,7 triliun (USD954,7 juta) dari penawaran umum saham melalui IPO, serta menghimpun dana sebesar Rp2,1 triliun (USD146,3 juta) melalui penjualan saham treasuri dalam rangka opsi penjatahan lebih (greenshoe). Penghimpunan dana tersebut mencerminkan kapitalisasi pasar sebesar Rp400,3 triliun (USD28 miliar).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini