Share

Harga Naik, Badan Pangan Nasional Siapkan Alternatif Selain Daging Sapi

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 14 April 2022 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 320 2578906 harga-naik-badan-pangan-nasional-siapkan-alternatif-selain-daging-sapi-2yQoJ9jnD8.jpg Ilustrasi daging sapi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga daging sapi di Pasar Rawamangun, Jakarta terpantau masih tinggi, yakni di sekitar Rp130.000 - Rp140.000 per kilogram.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi saat meninjau kebutuhan barang pokok bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Wakil Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan hari ini, Kamis (14/4/2022).

Dia menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh naiknya harga sapi bakalan internasional, sehingga berdampak pada yang di dalam negeri.

Meski demikian, pihaknya telah melakukan siasat untuk menyikapi hal itu yakni dengan menyediakan beberapa produk pilihan lain seperti daging sapi beku, dan daging kerbau beku.

"Mengenai harga daging sapi, memang harganya sekitar Rp130.000 - Rp140.000 per kilogram. Ini disebabkan bakalannya itu yang dari luar negeri memang harganya sudah meningkat. Sehingga sekarang kita akan balancing dengan beberapa produk yang lain yang harganya di bawah seperti frozen meat," ujar Arief di Pasar Rawamangun, Jakarta Kamis (14/4/2022).

 BACA JUGA:Kemendag Akui Harga Daging Sapi hingga Minyak Goreng Naik Jelang Bulan Puasa

Dia mengatakan, ketersediaan daging beku sapi maupun kerbau yang akan dipasok oleh pihaknya untuk menjadi produk alternatif, sehingga masyarakat tidak terpaku pada daging sapi segar.

"Jadi nanti masyarakat punya alternatif untuk membeli daging yang mana. Daging sapi segar ada, daging beku sapi ada, tak terkecuali, daging beku kerbau juga ada," jelasnya.

"Kita akan pastikan sampai dengan lebaran ketersediaan daging sapi jumlahnya cukup dan harganya terjangkau," ucapnya.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menambahkan, saat ini daging kerbau mulai disukai masyarakat.

Maka dari itu, pemerintah bersama Badan Pangan Nasional menyiapkan daging kerbau beku untuk dipasok ke dalam negeri supaya masyarakat bisa mengkonsumsi daging selain daging sapi.

 BACA JUGA:Sidak ke Pasar, Mendag: Harga Barang Pokok Stabil dan Jumlah Tercukupi

"Daging kerbau itu justru lebih banyak disukai. Contohnya saja orang padang, mereka kalau makan rendang pakai daging kerbau. Jadi sudah terjadi pergeseran," terangnya.

Menurutnya, dulu daging kerbau kurang diminati karena cara jualnya berbeda dengan daging sapi di pasaran.

"Tadinya mereka tidak suka karena cara menjualnya berbeda. Tapi sekarang masyarakat sudah mulai menyukai dan perbedaan harganya itu lumayan, jadi masyarakat sudah mulai berpindah ke daging kerbau," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini