Share

Perjalanan Bisnis Nabi Muhammad SAW, sang Entrepreneur Muda

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 15 April 2022 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 455 2579157 perjalanan-bisnis-nabi-muhammad-saw-sang-entrepreneur-muda-aJR5MX55pg.jfif Perjalanan bisnis Nabi Muhammad SAW. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kisah perjalanan bisnis Nabi Muhammad SAW sejak kecil hingga menjadi sukses menarik untuk diketahui. Nabi Muhammad SAW seorang pedagang ulung dan pekerja keras. Nabi Muhammad sudah mulai bekerja sejak masih sangat belia.

Tahap-tahap kehidupan Nabi Muhammad yang keras sedari kecil menuntut Muhammad menjadi orang yang mandiri.

Masa kecil dan muda beliau dihabiskan dengan bekerja dan mencari nafkah karena orangtuanya sudah tiada. Seiring beranjaknya usia, Rasulullah tetap bekerja bahkan semakin keras berusaha.

 BACA JUGA:Ada di Kakbah, Inilah Lokasi Malaikat Jibril Mengajarkan Nabi Muhammad Shalat

Sebab, selain untuk menghidupi keluarga, sebagai pemimpin kaum muslimin di dunia, beliau memiliki tanggung jawab untuk membantu kemaslahatan umat.

Abdullah, ayah Muhammad meninggal dunia ketika beliau lahir. Muhammad pun hanya bisa menikmati kasih sayang seorang ibu. Tak seberapa lama, karena Aminah sang Ibu juga meninggal dunia ketika beliau berusia 6 tahun.

Ketiadaan orangtua dalam kehidupan beliau membuah Nabi Muhammad kecil mau tak mau menjadi orang yang mandiri. Inilah cara Allah SWT untuk mendidik Nabi menjadi pribadi yang tak suka bergantung pada kemurahan hati orang lain.

Maka, meski tak mendapatkan kasih sayang layaknya anak-anak lain, Nabi Muhammad tetap tegar dan menjalani hidup dengan baik. Sebab cinta Allah SWT selalu melingkupi setiap langkah beliau, dan sesungguhnya cinta Allah SWT adalah yang paling agung diantara cinta makhluk manapun di dunia ini.

Allah yang Maha Penyayang juga menjamin perlindungan bagi Rasululla. Seperti firman dalam surat Ad-Dhuha:

"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? (QS Ad-Dhuha[93]: 6)

Janji Allah ini dibuktikan dengan lingkungan kehidupan Rasulullah yang begitu aman, terlahir dari nasab (keturunan) yang mulia. Beliau mendapatkan ASI dari wanita Arab bernama Tsuaiba. Berselang beberapa waktu beliau diserahkan kepada Halimatus Sa'diyah atau Halimah, seorang perempuan miskin yang mencari pekerjaan sebagai ibu susu.

 BACA JUGA:Penyatuan Kalender Hijriyah: Gerak Maju Persis, Muhammadiyah, dan NU

Pada masa menyusu kepada Halimah, Rasulullah cukup lama menghabiskan waktu di perkampungan Bani Sa'ad, asal kaum asal Halimah. Kondisi perkampungan Bani Sa'ad saat itu sangat baik untuk perkembangan beliau.

Muhammad kecil tumbuh dalam kemurnian dan keheningan Padang pasir, di bawah kilauan pancaran matahari dan udara yang bersih. Karenanya, beliau tumbuh menjadi pemuda yang kuat, jasmaninya sehat, lidah yang fasih berbahasa Arab, jiwa yang berani, dan mampu menunggang kuda dengan baik sekalipun usianya masih muda belia.

Sampai suatu saat Allah menunjukkan kekuasaan-Nya. Dia mengirimkan dua orang malaikat untuk membelah dada Muhammad kecil. Oleh banyak pihak diyakini sebagai proses "pencucian hati"Nabi Muhammad.

Ruhani beliau dibersihkan dari segala penyakit yang kerap mengotori hati manusia. Ini merupakan persiapan bagi beliau untuk menerima tugas besar di kemudian hari. Ketika berusia 5 tahun, Halimah mengembalikan Nabi Muhammad kepada keluarganya.

Selanjutnya Nabi berpindah-pindah pengasuhan. Pada usia 6 tahun Aminah sang Ibu membawanya ke makan sang Ayah, Abdullah. Dalam perjalanan pulang, sang Ibu meninggal dunia di desa Abwa'.

Kemudian pengasuhan beliau diserahkan kepada sang kakek Abdul Muthalib. Di usia 8 tahun beliau harus merelakan lagi kehilangan kakeknya. Otomatis hanya 2 tahunlah beliau bersama sang kakek.

Pengasuhan beliau selanjutnya diserahkan kepada pamannya, Abu Thalib yang seorang penggembala kambing dan hidup miskin.

Saat tinggal bersama sang paman, Nabi sudah bisa mencari uang sendiri. Beliau bertugas menggembala kambing milik penduduk Mekah dengan upah beberapa qiraat.

Dari upah menggembala kambing tersebut beliau bisa menyambung hidup. Sebenarnya Nabi bisa saja terus menumpang kepada sang paman Abu Thalib.

Namun beliau ingin meringankan beban pamannya. Beliau ingin mandiri, tak hanya berpangku tangan saja. Dari sinilah mentalitas berwirausaha beliau mulai tertempa. Demikian seperti dilansir dari buku Rahasia Sukses Bisnis Rasulullah, penulis Malahayati tahun 2010, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Dalam sebuah riwayat, beliau mengatakan, "Semua Nabi yang diutuskan Allah pernah menggembala kambing. Maka sahabat Baginda bertanya kepadanya : 'Engkau juga, wahai Rasulullah?' Lantas Baginda menjawab: 'Aku juga begitu'. Aku pernah menggembala kambing untuk penduduk Mekah dengan upah beberapa qiraat'."

Keberanian beliau untuk menggembala kambing menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang mandiri dan tangguh. Bekuan tidak suka berlama-lama berada dalam tanggungan pamannya. Beliau ingin menemukan jalan sendiri untuk menghidupi dirinya. Maka dalam usia yang muda ini beliau mulai menapakkan langkah menjadi seorang entrepreneur muda

Nabi mulai belajar berdagang ketika berusia 12 tahun. Sang paman mengajak beliau ke negeri Syam untuk ikut berdagang. Di sini jiwa entrepreneurship nya mulai terasah.

Beliau dan sang paman melakukan perjalanan bisnis ke beberapa negara yaitu Syiria, Jordan dan Lebanon. Nabi cukup cerdas untuk menangkap bahwa peluang bisnis yang berkembang dengan pesat di sana adalah perdagangan.

Sebab tanah kota Makkah secara geologis cukup keras sehingga sulit untuk bercocok tanam. Maka peluang menjadi pengusaha lebih besar daripada menjadi petani. Kejelian inilah yang membuat Nabi menekuni bidang perdagangan.

Sebenarnya tak heran jika dalam diri Nabi Muhammad bergelora jiwa bisnis, sebab latar belakang keluarga beliau sendiri sebenarnya adalah pebisnis.

Bukan sekadar pebisnis biasa, namun juga pebisnis kuat dan sukses. Sejarah mencatat, empat orang putra Abdul Manaf (kakek-kakek nya) adalah pemegang izin kunjungan dan jaminan keamanan dari para penguasa dari negara-negara tetangga seperti Syiria, Irak, Yaman, dan Ethiopia. Mereka dapat membawa kafilah- kafilah bisnis ke berbagai negara tersebut secara aman dan lancar.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini