Share

Minyak Brent Meroket di Tengah Pemadaman Kilang di Libya

Antara, Jurnalis · Selasa 19 April 2022 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 320 2581245 minyak-brent-meroket-di-tengah-pemadaman-kilang-di-libya-OiigKBOth5.jpg Harga Minyak Mentah Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

NEW YORK - Harga minyak naik lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin. Minyak mentah Brent mencapai USD114 per barel karena pemadaman ladang minyak di Libya memperdalam kekhawatiran atas ketatnya pasokan global.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan global untuk pengiriman Juni naik USD1,46 atau 1,3% menjadi USD113,16 per barel. Kontrak sempat naik menjadi USD114,84 per barel atau tertinggi sejak 28 Maret.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah USD1,26 atau 1,2% menjadi USD108,21 per barel. WTI mencapai USD109,81 per barel, juga tertinggi sejak 28 Maret.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket karena Larangan Impor Minyak Rusia

National Oil Corp Libya mengatakan gelombang penutupan yang menyakitkan telah mulai menghantam fasilitasnya dan menyatakan force majeure di ladang minyak Al-Sharara dan situs lainnya.

"Dengan pasokan global yang sekarang sangat ketat, bahkan gangguan yang paling kecil pun kemungkinan akan berdampak besar pada harga," kata Analis Broker OANDA, Jeffrey Halley, dikutip dari Antara, Selasa (19/4/2022).

Baca Juga: Duh! Menteri ESDM Ramal Dunia Bisa Krisis Minyak Gegara Perang

Selain itu, Produksi Rusia turun 7,5% pada paruh pertama April dari Maret, dan pemerintah Uni Eropa mengatakan pekan lalu bahwa eksekutif blok itu sedang menyusun proposal untuk melarang minyak mentah Rusia.

Komentar itu muncul sebelum eskalasi dalam perang Ukraina. Pihak berwenang Ukraina mengatakan rudal menghantam Lviv pada Senin pagi (18/4/2022) dan ledakan mengguncang kota-kota lain ketika pasukan Rusia terus melakukan pemboman setelah mengklaim hampir menguasai penuh pelabuhan Mariupol.

Dalam sinyal bearish untuk harga, ekonomi China melambat pada Maret, menghilangkan angka pertumbuhan kuartal pertama dan memperburuk prospek yang sudah melemah oleh pembatasan COVID-19.

Data pada Senin (18/4/2022) juga menunjukkan China menyuling minyak 2,0% lebih sedikit pada Maret dari setahun sebelumnya, dengan keluaran (throughput) turun ke level terendah sejak Oktober karena lonjakan harga minyak mentah menekan margin dan penguncian yang ketat mengurangi konsumsi bahan bakar.

Minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2008 pada Maret, dengan Brent sempat mencapai 134 dolar AS per barel.

"Masih ada beberapa kebingungan tentang apakah mereka membuka kembali ekonomi mereka, jadi kami mendapatkan sinyal beragam dari China dan itu telah menghadirkan banyak volatilitas pagi ini," kata analis Price Futures Group, Phil Flynn.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini