Share

Pelonggaran Pembatasan, Okupansi Sektor Ritel Bangkit di 2022

Antara, Jurnalis · Rabu 20 April 2022 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 470 2582168 pelonggaran-pembatasan-okupansi-sektor-ritel-bangkit-di-2022-1RKEOcjTyH.jpg Okupansi mal bangkit tahun ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tingkat hunian sektor ritel akan cukup sehat pada tahun ini. Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) memperkirakan daya tarik bagi pengunjung adalah tetap di sektor makanan dan minuman, gaya hidup, serta fasilitas hiburan.

β€œHal ini membuat pusat perbelanjaan (mal) menjadi salah satu destinasi yang tetap dikunjungi oleh para pengunjungnya, khususnya bagi mal-mal kelas menengah ke atas," ujar Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim, Rabu (20/4/2022).

Yunus melihat memang dengan terbatasnya pasokan ritel dan ke depannya pasokan itu masih juga terbatas. Dia memperkirakan sektor ini masih cukup sehat dan semakin menarik masyarakat untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut.

"Dengan adanya pelonggaran pembatasan sosial yang berlaku sepanjang Kuartal I tahun ini, membuat mal-mal dapat menampung pengunjung dengan kapasitas maksimal 60-75% selama Kuartal I tahun ini sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan dan syarat vaksinasi," katanya.

Begitu juga dengan restoran tetap diizinkan untuk beroperasi dengan kapasitas tempat duduk dan waktu yang terbatas.

JLL melihat dari sisi daya tarik bahwa restoran dan fasilitas hiburan ramah keluarga tetap menjadi daya tarik bagi pengunjung, khususnya di mal-mal kelas atas yang didukung juga oleh taman atau tempat bermain anak-anak yang sudah diizinkan beroperasi dengan kapasitas 75%.

Selain itu, kategori peralatan rumah tangga juga merupakan kategori yang cukup aktif dalam membuka toko-toko mereka di pusat perbelanjaan.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Secara umum tingkat hunian mal relatif stabil di angka 87% pada Kuartal I tahun ini, dan tidak ada pusat perbelanjaan baru yang dibangun selama Kuartal tersebut.

"Namun kita proyeksikan bahwa terkait pasokan untuk sektor ritel hingga tahun 2025, nantinya akan ada 300 ribu meter persegi yang akan dibangun. Secara umum kalau kita melihat pasokan ritel ini cukup terbatas, hal ini membuat setiap adanya pasokan tambahan baru menjadi peluang dari para peritel untuk dapat berekspansi," ujar Yunus.

Kemudian dari sisi harga sewa di sektor ritel, setelah sebelumnya sedikit terkoreksi pada tahun 2020 kemudian juga sepanjang tahun 2021 cukup stabil, JLL melihat tren tersebut juga berlanjut pada Kuartal I tahun ini di mana harga sewa cukup stabil.

"Kita berharap memang harga sewa di pusat perbelanjaan, khususnya kelas menengah ke atas diharapkan membaik pada tahun ini dan tahun-tahun setelahnya apabila memang situasi membaik. Selain itu kita juga tetap memantau dampak pembatasan sosial yang berlangsung," kata Yunus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini