Share

Menarik Investor, Berikut Rekomendasi Obligasi Hari Ini

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 278 2582664 menarik-investor-berikut-rekomendasi-obligasi-hari-ini-cLdqoFxJXZ.jpg Rekomendasi Obligasi Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA — Sejumlah seri Fixed Rate (FR) diproyeksikan menarik minat pada perdagangan hari ini. Sejumlah sentimen baik dari dalam negeri hingga mancegara menjadi pendorong pasar obligasi hari ini.

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe memperkirakan seri FR0070, FR0056, FR0071, FR0078, FR0085, FR0073, FR0091, FR0074, FR0068, FR0072, FR0045, FR0050, FR0079, dan FR0092 akan menarik bagi investor.

Baca Juga: Pefindo Terima Mandat Obligasi Rp66,87 Triliun

Rekomendasi seri tersebut mempertimbangkan valuasi berdasarkan yield curve serta kondisi pasar saat ini. Amir mencermati imbal hasil (yield) curve US Treasury (UST) mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Yield UST 10-tahun mencatatkan penurunan 10bps ke level 2,84%. Secara year-to-date, yield UST 10-tahun telah meningkat 133bp.

"Sementara itu, CDS 5-tahun Indonesia mencatatkan penurunan 2bp ke level 91bp. Dibandingkan akhir tahun 2021, CDS 5-tahun telah meningkat 16bp," kata Amir dalam risetnya, diterima MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (21/4/2022).

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Bayar Pokok Obligasi Rp484 Miliar

Selanjutnya, yield SUN IDR 10-tahun (GIDN10YR) meningkat 1bp dibandingkan hari sebelumnya ke level 6,99%. Menurut Amir, level tersebut mendekati batas atas estimasi mingguan BNI Sekuritas di kisaran 6,86% - 7,00% untuk periode 18-22 April 2022.

"Dibandingkan posisinya di akhir tahun 2021, GIDN10YR telah meningkat 61bp, lebih kecil jika dibandingkan peningkatan yield UST 10-tahun," tuturnya.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan sebelumnya menyampaikan realisasi APBN 2022 mencatatkan surplus Rp10,3 triliun selama kuartal I tahun 2022, berbeda dibandingkan periode triwulan 2021 yang mencatatkan defisit Rp143,7 triliun.

Surplus tersebut didukung oleh pendapatan negara yang mencatatkan pertumbuhan 32,1% yoy mencapai Rp501,0 triliun. Dengan surplus tersebut, keseimbangan primer pemerintah mencatatkan surplus sebesar Rp94,7 triliun.

Selain itu, pemerintah juga berhasil mengurangi penerbitan surat utang, di mana penerbitan SBN (neto) mencatatkan penurunan 60,4% dari sebelumnya Rp337,2 triliun pada kuartal pertama 2021 menjadi Rp133,6 triliun pada triwulan tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini