Share

Harga Minyak Meroket, Negara Kantongi Rp62 Triliun dari Migas

Antara, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 320 2583519 harga-minyak-meroket-negara-kantongi-rp62-triliun-dari-migas-ivIgqCPPNT.jpg Penerimaan Negara dari Migas Capai 44%. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi mencapai USD4,4 miliar atau sekitar Rp62 triliun hingga kuartal I-2022.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, angka penerimaan negara tersebut telah mencapai 44% dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar USD9,95 miliar.

Baca Juga: SKK Migas Sentil KKKS 'Lelet' Ngebor Sumur Minyak

"Penerimaan negara cukup besar sudah mencapai 44% dari target setahun, jadi USD4,4 miliar dari target USD9,95 miliar," ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat (22/4/2022).

Dwi menjelaskan, penerimaan negara yang tinggi turut dipengaruhi lonjakan harga minyak mentah dunia akibat membaiknya pandemi dan invasi Rusia yang membuat harga rata-rata Brent menyentuh angka USD112,46 per barel pada Maret 2022.

Menurutnya, harga minyak mentah itu masih akan tinggi berada di atas angka USD100 per barel pada 2022 sampai 2023.

Baca Juga: Produksi Minyak Blok Rokan Turun, Sri Mulyani 'Turun Gunung'

Sedangkan dari sisi harga gas global juga mengalami peningkatan hingga di atas USD25 per MMBTU. Untuk jangka panjang, harga gas Asia diproyeksikan masih mendekati USD10 per MMBTU lebih tinggi dari Eropa dan Amerika Serikat.

Lebih lanjut Dwi juga menyampaikan bahwa capaian lifting migas nasional per kuartal I 2022 adalah 611,7 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau 87 persen dari target yang ditetapkan oleh APBN sebanyak 703 ribu BOPD.

Sedangkan capaian lifting gas tercatat sebanyak 5.421 standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92 persen dari target APBN sebesar 5.800 MMSCFD.

Saat ini, SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terus berupaya untuk mengoptimalkan pengeboran sumur eksplorasi, sumur pengembangan, workover dan well service jauh lebih tinggi untuk meningkatkan produksi migas pada tahun ini.

Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi direncanakan bisa mencapai 790 sumur, workover seluas 581 kilometer persegi, dan well service sebanyak 29.582 kilometer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini