Share

Cegah Penyelewengan, Kini Beli BBM Pelat Nomor Kendaraan Dicatat

Athika Rahma, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 320 2583614 cegah-penyelewengan-kini-beli-bbm-pelat-nomor-kendaraan-dicatat-D8QEGE7C1F.jpg Cegah penyelewengan, kini beli bensin catat nomor kendaraan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif bersama rombongan melakukan pemantauan langsung pendistribusian BBM di SPBU arus balik ruas tol Jawa Barat.

Untuk mencegah dan memberantas penyelewengan BBM, pemerintah dan Pertamina mulai menerapkan sistem pengguna tunggal (single user) bagi konsumen yang ingin membeli BBM.

"Sekarang kami sudah mulai sistem pengawasan dengan menyorot sistem plat untuk bisa direcord. Nanti bakal ketahuan kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM," ungkap Arifin dikutip dari keterangannya, Jumat (22/4/2022).

 BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Mudik 2022, Menteri ESDM Peringatkan Stok BBM di SPBU Sepanjang Jalan Tol

Pemerintah juga akan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital sebagai bagian dari pengawasan pendistribusian seperti CCTV dan digitalisasi.

"Jadi kita tau barang (BBM) yang dikirim dan barang yang dibeli. Semuanya tercatat," tegasnya.

Arifin meminta kepada petugas SPBU supaya mempercepat proses pengisian BBM serta memperhatikan bentuk layout SPBU.

"Kami minta petugas SPBU meningkatkan pengisian BBM agar mengurangi antrean panjang. Harus ada ekstra kerja untuk mempercepat dan memanfaatkan layout (SPBU) untuk kendaraan-kendaraan besar," urainya.

Nantinya, jika terdapat penyelewengan, seluruh buktinya telah tercatat di sistem digitalisasi tersebut dan bisa segera ditindaklanjuti dengan melaporkan ke penegak hukum.

"Kemarin sudah banyak ditindak oleh kepolisian dalam kasus penimbunan dan layout tangki dari 200 liter menjadi 400 liter. Bisa juga bocor di SPBU. Makanya kita coba tangani," jelasnya.

 BACA JUGA:Jangan Takut Kehabisan Bensin! Pertamina Siapkan BBM di SPBU Tol Trans Jawa, Berikut Lokasinya

Adapun, hasil inspeksi mendadak di lapangan menunjukkan bahwa pasokan dan pendistribusian BBM berjalan aman, bahkan petugas SPBU berhasil mengurai antrean panjang saat pengisian BBM.

"Kami minta Pertamina mengamankan tangki (SPBU) seoptimal mungkin, persiapan menjelang arus mudik dan balik terutama BBM jenis Solar dan Pertalite. Nanti kita tingkatkan posisi stoknya," katanya.

Kebutuhan beberapa jenis BBM, seperti Pertalite dan Solar diperkirakan juga akan mengalami peningkatan mendekati puncak libur Hari Raya Idulfitri dibanding konsumsi rata-rata harian.

"Akan ada peningkatan sekitar 12-14%," ungkapnya.

Berdasarkan proyeksi Pertamina, penjualan Pertalite di regional Jawa Bagian Barat (JBB) mengalami kenaikan sebesar 4,9% dalam satu bulan terkahir. Dari rata-rata sebelumnya bulan Maret sebesar 19.828 liter menjadi 20.794 liter pada bulan April. Sebaliknya, jenis Pertamax mengalami penurunan 24% dari rata-rata bulan Maret 6.142 liter menjadi 4.669 liter di bulan April.

Adapun di regional JBB, puncak kenaikan konsumsi gasoline (Pertalite, Pertamax, Turbo) sendiri diperkirakan terjadi pada 1 Mei 2022 dengan kenaikan hingga 35%, sementara penurunan terendah gasoil (BioSolar, Dexlite, Dex) diperkirakan pada 3 Mei 2022 dengan penurunan hingga 52%.

Secara umum, ketahanan stok BBM per 20 April di regional Jawa Bagian Barat tercatat selama 16,4 hari untuk gasoline serta 22,7 hari untuk gasoil.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini