Share

Pembenahan di Garuda Indonesia Identik dengan Gebrakan Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 24 April 2022 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 24 320 2584355 pembenahan-di-garuda-indonesia-identik-dengan-gebrakan-erick-thohir-Sd5m4p1ZZN.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nasib PT Garuda Indonesia Tbk, identik dengan gebrakan Menteri BUMN Erick Thohir. Seperti, kasus penyelundupan moge, pelaporan korupsi di Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga dengan pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) bernilai jumbo.

Agar pembenahan Garuda paripurna, Chief Marketing Officer (CMO) PT Jarvis Aset Manajemen Kartika, Sutandi CFA, menyatakan bahwa masih memerlukan lebih banyak gebrakan dan pembenahan yang harus dilakukan Erick Thohir.

Untuk penyehatan Garuda yang menyeluruh, Kartika meminta agar Erick tak hanya berhenti di pemberian PMN saja. Beberapa langkah konkrit perbaikan Garuda yang harus segera dilakukan adalah pembenahan tata niaga dari avtur di Indonesia.

Selama ini cost airline mayoritas dihabiskan untuk membeli avtur. Saat ini avtur yang dijual Pertamina 30% lebih mahal jika dibandingkan membeli di luar negeri. Kartika meminta agar Erick dapat membuka kompetisi penjualan avtur di seluruh bandara di wilayah Indonesia.

Menurutnya, jika kompetisi penjualan avtur tak dapat terwujud, maka harga tiket penerbangan di Indonesia tak akan bisa bersaing dengan negara lain.

"Menteri Erick harus membuka kesempatan kepada pemain avtur lainnya untuk dapat masuk ke seluruh bandara di Indonesia. Tujuannya agar menciptakan kompetisi yang sehat pengisian avtur. Jika harga avtur Pertamina dapat bersaing, akan membuat harga tiket menjadi murah. Demand crate price. Price can be chiper," ungkap Kartika, Minggu (24/4/2022).

Selain itu, beban terbesar kedua Pertamina adalah leasing. Selama ini banyak leasing yang dipergunakan oleh Garuda dinilai terlalu mahal. Banyak biaya leasing yang selama ini di-markup oleh oknum management Garuda. Ini membuat BUMN aviasi Indonesia ini tak mampu bersaing dengan perusahaan penerbangan lainnya.

Karena ada markup, sehingga cicilan setiap bulan yang harus dikeluarkan Garuda mahal. Ini yang menurut Kartika membuat tiket Garuda tak bisa bersaing dengan airline lainnya yang menerapkan full service.

Karena ada indikasi markup dan ini melanggar hukum, seharusnya Garuda dapat melakukan renegosiasi terhadap leasing pesawatnya. PKPU yang dilakukan oleh Garuda Indonesia dinilai tak akan maksimal tanpa melakukan renegosiasi ulang.

"Ini tugas yang harus segera dilakukan oleh Menteri Erick dan jajaran management Garuda untuk melakukan renegosiasi leasing. Termasuk menekan leasing agar melakukan hapus buku (write-off) atau memberikan bunga nol persen ke Garuda. Penundaan hutang melalui PKPU hanya membantu sementara di cashflow. Namun beban perseroan masih belum akan hilang,"kata Kartika.

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan Erick dan management Garuda adalah melakukan peninjauan ulang rute yang dimiliki oleh Garuda. Rute internasional yang dimiliki Garuda seperti Jakarta London merupakan jalur yang membuat keuangan perseroan selama ini berat.

"Ada baiknya Pak Erick memerintahkan Garuda Indonesia untuk memaksimumkan dan memfokuskan bisnisnya di rute-rute domestik. Tujuannya agar Garuda dapat fokus melayani konektivitas masyarakat Indonesia," ungkap dia.

Kartika juga meminta agar Erick Thohir melakukan evaluasi mendalam terhadap maintenance yang dilakukan Garuda selama ini. Jika dirasa maintenance yang dilakukan Garuda di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF Aero Asia) tak dapat bersaing dengan yang ada di luar, harusnya management dapat mencari tempat perawatan pesawat lainnya yang dapat memberikan penawaran harga terbaik. Jika di GMF Aero Asia masih dapat bersaing maka dapat terus dilanjutkan.

"Biaya perawatan pesawat juga memegang porsi yang besar di beban operasional perseroan. Kalau Garuda masih melakukan pemeliharan pesawat di tempat yang mahal, tetap PMN yang diberikan Pemerintah tak akan membantu perbaikan kinerja Garuda,"ungkap Kartika.

Selama ini Garuda menjual tiket dengan harga premium. Meski menjual tiket dengan harga Premium namun tak membuat Garuda menjadi perusahaan aviasi yang memiliki kinerja keuangan yang bagus. Melihat akan hal ini, Kartika meminta agar Erick Thohir dapat segera melakukan pembenahan dan pembersihan menyeluruh di Garuda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini