Share

4 Fakta Mengejutkan Erick Thohir Ungkap Mafia Bibit

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 24 April 2022 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 24 320 2584375 4-fakta-mengejutkan-erick-thohir-ungkap-mafia-bibit-HGVYFVVIrp.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyinggung aksi tindak pidana di sektor pertanian. Dia memperkirakan ada mafia bibit yang belum teridentifikasi saat ini.

Meski demikian, Erick enggan menjelaskan secara gamblang terkaik mafia bibit yang dia maksud.

Adapun MNC Portal Indonesia merangkum fakta-fakta pernyataan Erick Thohir ihwal mafia bibit, Minggu (24/4/2022).

1. Rekayasa Bibit

Erick mengaku para petani menerima bibit yang salah. Padahal, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah mendistribusikan pupuk yang benar.

Adanya oknum yang merekasaya bibit inilah berpengaruh pada hasil panen para petani.

โ€œPT Pupuk Indonesia mendampingi memberikan pupuk tepat waktu, memberikan pupuk yang benar. Karena bibitpun ada mafianya, banyak petani mendapatkan bibit yang hybrid yang salah, sehingga ketika tumbuh tidak menghasilkan yang baik,โ€ ujarnya, saat memberikan kuliah umum di Unpad.

2. Petani Dijadikan Objek

Tak hanya menerima bibit yang salah, Erick memandang selama ini para petani hanya dijadikan objek semata saja. Padahal, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional petani harus dijadikan subjek pembangunan.

"Tidak kalah pentingnya, yang namanya selama ini petani adalah objek sekarang petani adalah subjek yang harus kita pastikan, kenapa? Tadi saya sampaikan, pangan akan menjadi ancaman,โ€ tegas Erick.

3. Asuransi Gagal Panen

Erick memastikan negara memberikan asuransi gagal panen, supaya ketika petani gagal panen bisa mendapatkan perlindugan asuransi yang dinaungi oleh PT Jasindo.

4. Peran BUMN dan Swasta

BUMN dan swasta, kata Erick, harus menjadi offtaker dari pada hasil petani. Terutama di beberapa komoditas seperti jagung, padi, kopi, kelapa sawit, gula dan tepung.

โ€œMemang belum semua, belum bisa cabe, belum bisa bawang, karena memang kita korporasi kita harus mencari dana kita sendiri, alhamdulillah dari target 50.000 hektar sekarang sudah 80.000 hektar dan menuju 200.000 hektar,โ€ pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini