Share

BRI Kantongi Laba Rp12,22 Triliun di Kuartal I-2022, Melesat 78%

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 25 April 2022 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 25 278 2584923 bri-kantongi-laba-rp12-22-triliun-di-kuartal-i-2022-melesat-78-OnryeEDvSp.jpg Laba BRI melesat 78% (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mengantongi laba bersih Rp12,22 triliun di kuartal I-2022. Laba bersih BBRI naik 78,13% secara tahunan dari sebelumnya Rp6,86 triliun.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, kinerja tersebut seiring dengan pulihnya ekonomi nasional dan menggeliatnya aktivitas pelaku usaha UMKM yang merupakan core bisnis BRI dalam 3 bulan pertama 2022 ini.

"Selama 3 bulan pertama 2022 ini, BRI mampu membukukan laba bersih bank only Rp10,9 triliun sedangkan konsolidasi Rp12,22 triliun atau tumbuh sebesar 78,13 persen secara year on year," kata Sunarso dalam Paparan Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan I Tahun 2022, Senin (25/4/2022).

Secara bank only, laba bersih BRI tercatat senilai Rp10,90 triliun hingga Maret 2022, naik 63,37% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp6,67 triliun. Kenaikan laba bersih itu turut meningkatkan nilai laba bersih per saham dasar BBRI menjadi Rp80 per saham dari sebelumnya Rp56 per saham.

Sementara itu, total aset BRI sampai dengan kuartal pertama tahun ini mencapai Rp1.650,28 triliun, mengalami kenaikan 8,99% secara tahunan. Hingga Maret 2022, BRI tercatat menyalurkan kredit senilai Rp1.075,93 triliun hingga 31 Maret 2022, naik 7,43% yang didominasi oleh penyaluran kredit di sektor UMKM sebesar 83,95%.

Rinciannya, penyaluran kredit itu terdiri dari penyaluran kredit mikro Rp506,74 triliun, kredit korporasi Rp172,64 triliun, kredit kecil dan menengah Rp243,69 triliun dan kredit konsumer Rp152,86 triliun.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat meningkat 7,39% secara tahunan menjadi Rp1.126,50 triliun yang didominasi oleh dana murah (CASA) sebesar 63,63%. Selain itu, peningkatan proporsi dana murah tersebut juga berimbas pada penurunan beban bunga.

Dari sisi rasio kredit bermasalah atau non performing loan/(NPL) gross, pada Maret 2022 meningkat tipis menjadi Rp3,15% dari tahun sebelumnya 3,12%. Sedangkan, NPL net mengalami penurunan menjadi 0,77% pada Maret 2022 dari tahun lalu 0,86%.

Adapun, rasio simpanan terhadap pinjaman atau loan to deposit ratio (LDR) BRI tetap terjaga pada kisaran 87,14% dari tahun lalu 86,77% dengan rasio marjin bunga bersih atau net interest margin (NIM) di level 6,85%.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini