Share

Ekspor Dilarang, Pedagang Minyak Goreng Kini Diserbu Sales: Kemarin Ngumpet

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 320 2585496 ekspor-dilarang-pedagang-minyak-goreng-kini-diserbu-sales-kemarin-ngumpet-Gu8jnYOEKC.JPG Pedagang minyak goreng di pasar. (Foto: Okezone)

BEKASI - Pasca Presiden melarang ekspor minyak sawit mentah/CPO dan minyak goreng ke luar negeri, pedagang sembako mengaku diserbu sales minyak goreng.

Padahal sebelumnya, para sales ini ngumpet saat dibutuhkan.

“Sales sekarang banyak mendatangi toko-toko di pasar ini, nawarin minyak goreng. Kemarin ngumpet. Cuma harga yang mereka tawarkan masih tinggi. Nggak kaya sebelumnya, murah,” kata Tiara, Pedagang Sembako di Pasar Tambun, Bekasi, Selasa (26/4/2022).

Adapun harga yang ditawarkan sales, untuk satu karton dibanderol dikisaran Rp265.000 - Rp275.000 ribu.

 BACA JUGA:Minyak Goreng Curah Masih Mahal, Pedagang Tak Berani Jualan

“Macam-macam sales datang ke sini. Tawarin barangnya ke kita, tapi ya gitu, mahal,” jelasnya.

Karena mahal, Tiara menurunkan kuantitas minyak goreng agar tidak merugi.

Disebutnya, dulu dia membeli minyak goreng curah bisa 15 karton, namun semenjak mahal, dia hanya membeli 5 karton.

“Dulu saya bisa ambil 15 dus, tapi sekarang saya cuma beli 5 dus. Gak dibatasin kok sama salesnya. Tapi karena masih mahal saya nggak ambil banyak. Karena pembeli tuh taunya minyak udah murah. Padahal di sales tuh masih mahal. Saya beli 5 dus minyak goreng saja habisnya lama. Bisa seminggu atau dua minggu baru habis terjual,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata dia, pembeli hanya tahu harga minyak goreng sudah murah. Padahal realita di lapangan harganya masih mahal.

 BACA JUGA:Jokowi Larang Ekspor Minyak Sawit Bikin Dunia Kelabakan

“Realita di lapangan harganya masih mahal. Makanya saya nggak berani nyetok minyak goreng kemasan,” imbuhnya.

Dia pun mengatakan daya beli masyarakat jelang Idulfitri justru menurun.

Padahal seharusnya momen ini bisa dijadikan momentum menjualkan minyak goreng ke konsumen.

“Sekarang orang datang, nanya harga minyak goreng, ketika tau harganya mahal, mereka nggak berani beli. Jadi penjualan minyak goreng menurun, pembelinya pergi,” bebernya.

Dia menambahkan, imbas dari naiknya harga minyak goreng ini berdampak pada penjualan lainnya seperti kerupuk dan kacang-kacangan.

 BACA JUGA:Ekspor Minyak Goreng Dilarang, Bisa Menimbulkan Masalah Lain?

Sebab, kata Tiara, pembeli yang datang membeli minyak goreng pasti membeli barang pangan lain.

“Sampai mengganggu dagangan lainnya. Seperti kerupuk, kacang, yang di mana pembeli biasanya kalo beli minyak goreng pasti beli lainnya juga. Tapi karena nggak beli minyak, kerupuk dan kacang-kacangan jadi jarang dibeli orang. Jadi ngefek ngaruh banget kemana-mana,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini