Share

Bank Syariah Indonesia Cetak Laba Bersih Rp987 Miliar di Kuartal I-2022, Naik 33,1%

Antara, Jurnalis · Kamis 28 April 2022 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 278 2586815 bank-syariah-indonesia-cetak-laba-bersih-rp987-miliar-di-kuartal-i-2022-naik-33-1-04pSXuXJk0.jpg Laba Bank Syariah Indonesia Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih Rp987,68 miliar pada kuartal I-2022. Laba tersebut naik 33,18% secara tahunan (yoy) seiring dengan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan syariah.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, pencapaian laba BUMN perbankan syariah ini juga membuktikan kondisi ekonomi Indonesia berada dalam pemulihan dari dampak krisis Covid-19.

"Secara fundamental, pembiayaan yang sehat dan solid didukung dengan efisiensi biaya serta ekspansi dana murah. Hal itu menjadi kunci kinerja cemerlang BSI pada triwulan I-2022," kata Hery, dikutip dari Antara, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga: Ini Masalah Utama Pengembangan Perbankan Syariah di RI

Dia memaparkan, pembiayaan yang disalurkan BSI tumbuh di semua segmen yaitu konsumer, korporasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), gadai emas hingga kartu pembiayaan serta pengembangan ragam dan inovasi digital melalui e-channel BSI.

Penyaluran pembiayaan tersebut mencapai Rp177,51 triliun atau tumbuh 11,59% secara (yoy), dengan komposisi pembiayaan konsumer tumbuh 20,73% pembiayaan mikro tumbuh 22,42% dan gadai emas tumbuh 8,96%.

Baca Juga: Dorong Gerakan Peduli Lingkungan, Mandiri Group bersama PPATK menanam 1.000 Pohon di Kawasan Katulampa

Capaian tersebut didukung pula pembiayaan sehat dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) net sebesar 0,9%.

"Dengan kinerja yang terus tumbuh, BSI semakin siap menjadi Energi Baru Untuk Indonesia sehingga perbankan syariah diharapkan mampu menjadi prioritas dan kompetitif, bukan hanya sebagai alternatif layanan perbankan" ujarnya.

BSI juga mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan. Per Maret 2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan keuangan berkelanjutan sebesar Rp48,25 triliun atau berkontribusi sekitar 27 persen dari total portofolio pembiayaan.

Sementara itu, untuk perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK), BSI tercatat mencapai Rp238,53 triliun atau tumbuh sekitar 16,07 persen.

Kinerja yang solid dan sehat juga ditunjukkan dari pertumbuhan aset sebesar 15,73 persen (yoy) menjadi Rp271,29 triliun. Adapun rasio kecukupan modal atau cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 150,09 persen.

Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 75,35%. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini