Share

RI Resmi Larang Ekspor Minyak Goreng dan CPO, Industri Lain Kena Getahnya?

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 28 April 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 320 2586536 ri-resmi-larang-ekspor-minyak-goreng-dan-cpo-industri-lain-kena-getahnya-wXu02QzApb.jpg Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah resmi melarang ekspor untuk semua produk sawit, baik minyak kelapa sawit (CPO), dan turunannya termasuk RPO, RBD Palm Olein, POME, dan used-cooking oil.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai, kebijakan tersebut akan membawa dampak negatif pada produk lain selain minyak goreng.

"Dikhawatirkan kebijakannya akan lebih banyak dampak negatifnya kepada yang lain untuk mengatasi satu masalah yaitu minyak goreng. Sementara untuk masalah minyak goreng belum tentu bisa teratasi dengan kebijakan ini karena kalau kita lihat sebetulnya masalahnya bukan karena suplai tetapi karena masalah pada distribusi," kata Faisal saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (28/4/2022).

 BACA JUGA:Aturan Terbit! Ekspor Minyak Goreng, CPO dan Turunannya Resmi Dilarang Mulai Hari Ini

Dia menyebut kalau kebijakan itu bisa memberikan getah pada industri yang tidak ada sangkut pautnya dengan kasus minyak goreng.

"Bukan hanya ke minyak goreng tapi juga ke industri-industri turunan CPO yang lain padahal dari data sebetulnya suplai CPO untuk domestik itu lebih dari 50% nya untuk ke industri yang bukan terkait dengan minyak goreng, yaitu seperti biokimia, biodisel," paparnya,

"Jadi industri-industri yang tidak ada sangkut-pautnya atau tidak tidak punya dosa dengan kasus minyak goreng tapi ikut terkena getahnya," tambahnya.

 BACA JUGA:Bukan CPO, Pemerintah Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng

Lebih lanjut, Ekonom CORE ini juga khawatir kebijakan tersebut hanya alih-alih dapat mengatasi kenaikan harga minyak goreng yang pada ujungnya nanti justru menciptakan masalah baru.

"Belum lagi permasalahan dengan eksternal, dengan negara mitra dagang kita yang bergantung pada ekspor CPO dan turunan dari negara kita," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini