"Sudah beberapa minggu yang mengerikan untuk emas sejak menembus di atas 2.000 dolar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan," ujar Analis di platform perdagangan daring OANDA, Craig Erlam.
Dia menyebut reli dolar tidak henti-hentinya dan telah menjadi hambatan nyata pada logam kuning.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Terus Turun, Jual atau Beli?
"Emas akan terus dilihat sebagai daya tarik safe haven dan lindung nilai inflasi, jadi saya tidak melihat tingkat penurunan baru-baru ini berlanjut, bahkan jika dolar tetap kuat," katanya.
Sementara pada logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 9,6 sen atau 0,41 persen, menjadi ditutup pada USD23,085 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD28,5 atau 3,13%, menjadi ditutup pada USD939,60 per ounce.
(Zuhirna Wulan Dilla)