Share

Mengenal Elvira Nabiullina, Bankir Andalan Putin yang Selalu Bisa Selamatkan Ekonomi Rusia

Kamis 05 Mei 2022 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 278 2589443 mengenal-elvira-nabiullina-bankir-andalan-putin-yang-selalu-bisa-selamatkan-ekonomi-rusia-Mx4M6OZxo0.png Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina. (Foto: Okezone.com/BBC Indonesia)

JAKARTA - Kepala Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina dipandang sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh di Rusia. Dirinya telah berada di sisi Vladimir Putin selama lebih dari 20 tahun.

Berasal dari etnis Tatar, kelompok minoritas terbesar di Rusia, Elvira Nabiullina tidak hanya dikenal di lingkar kekuasaan sebagai seorang yang gemar mengutip puisi-puisi Prancis sekaligus bertindak keras di tengah krisis. Tetapi juga merupakan perempuan pertama yang memimpin Bank Sentral Rusia.

Elvira Nabiullina juga dikenal dekat dengan Putin sejak mantan perwira dinas rahasia KGB itu memimpin Rusia pada 2000. Saat itu, Putin menunjuk Nabiullina sebagai menteri pembangunan ekonomi dan belakangan menariknya ke Kremlin sebagai anggota penasihat presiden.

Lompatan besar dalam karier Nabiullina terjadi pada 2013 ketika dia ditunjuk sebagai Kepala Bank Sentral Rusia, salah satu lembaga terpenting di negara itu.

Baca Juga: Gubernur Bank Sentral Siap Hadapi Krisis akibat Sanksi ke Rusia

Selama bertahun-tahun, ia telah menghadapi krisis-krisis besar. Namun kini, Nabiullina menghadapi masalah yang jauh lebih besar: menyelamatkan ekonomi Rusia dari perang.

Dikenal tidak banyak bicara, berpengaruh, sekaligus figur yang penuh teka-teki bagi pasar, Nabiullina memegang kunci kebijakan moneter Rusia.

Mungkin itulah sebabnya, untuk mencoba menemukan petunjuk tentang arah ekonomi Rusia, para investor dan analis sampai menganalisis pakaian yang dikenakan Nabiullina, termasuk bros yang disematkan di bajunya.

Baca Juga: Inggris Stop Impor Batu Bara dan Minyak Rusia, Beli di Indonesia Saja?

"Ada makna yang saya simpan di setiap simbol, tapi saya tidak akan menjelaskannya," kata Nabiullina, dilansir dari BBC Indonesia, Kamis (5/5/2022).

Beberapa pihak meyakini bahwa ketika dia mengenakan bros elang, itu adalah tanda bahwa suku bunga akan naik; atau ketika dia mengenakan peniti awan hujan, dia ditengarai ingin menurunkan ekspektasi inflasi Rusia.

Elvira Nabiullina adalah penasihat ekonomi untuk Vladimir Putin sebelum menjadi presiden Bank Sentral Rusia.

Kemampuannya diakui dunia

Selama bertahun-tahun memimpin Bank Sentral Rusia, perempuan pecinta opera itu mendapat pengakuan atas kemampuan manajemennya oleh organisasi-organisasi internasional, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), pengusaha, investor Wall Street, bankir dan para ahli strategi pemerintah. Mereka melihatnya sebagai seorang profesional yang paham benar atas kondisi di lapangan.

Salah satu pujian terhadapnya adalah selama 2013 hingga 2017, dia berani mencabut lebih dari 300 lisensi perbankan dari entitas yang dianggap sangat lemah atau dijalankan dengan tidak layak, padahal mereka mewakili sepertiga dari lembaga kredit di Rusia.

Dia juga dianggap berhasil menangani inflasi secara baik yang memungkinkannya untuk menetapkan suku bunga pada titik terendah dalam sejarah, sebesar hampir 2% pada tahun 2018.

Kebijakan Nabiullina juga membuat rubel bergerak bebas pada tahun 2014, alih-alih mengendalikan nilai tukarnya.

Pada 2015, majalah Euromoney menobatkan ekonom berusia 58 tahun itu sebagai pejabat bank sentral terbaik di dunia. Adapun The Banker menyebutnya sebagai bankir Eropa terbaik pada 2017.

Di bawah arahannya, Bank Sentral Rusia berhasil mengumpulkan salah satu cadangan devisa terbesar dalam sejarah Rusia, cukup menjadi semacam perisai pelindung saat negara itu menghadapi gejolak.

Direktur Prakiraan Global Economist Intelligence Unit, Agathe Demarais mengatakan, Nabiullina telah memimpin Bank Sentral dalam beberapa periode paling sulit bagi ekonomi Rusia, ketika Moskow mencaplok Krimea pada tahun 2014 dan ketika Kremlin menginvasi Ukraina pada Februari tahun ini.

Dalam kedua kasus tersebut, ia menjelaskan, Nabiullina berhasil menghindari jatuhnya rubel dan dengan demikian mencegah kenaikan tajam inflasi yang akan mempengaruhi daya beli rumah tangga di Rusia.

"Dia juga menaikkan suku bunga ketika merasa perlu, bahkan jika ini terpaksa membebani pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Melihat bagaimana sejarah negara itu dalam beberapa dekade terakhir, Sergei Guriev, profesor ekonomi di Sciences Po University di Paris, berpendapat bahwa Nabiullina juga bertanggung jawab dalam membuat kerangka kebijakan moneter baru di Rusia.

"Dia membuat negara itu bergerak menuju kebijakan modern atas target inflasi dengan nilai tukar yang fleksibel," ujarnya,

Guriev, mantan penasihat Kremlin yang beraliran liberal dan secara mendadak meninggalkan Rusia pada 2013, telah mengenal Nabiullina selama 15 tahun.

"Dia mendapat kepercayaan dari Putin," katanya. Tapi, dia juga memperingatkan Nabiullina akan risiko-risiko yang dihadapi.

Di antara langkah-langkah yang diterapkan oleh kepala bank sentral Rusia itu, para ahli menyoroti bahwa dia telah berani bertindak keras dengan menutup lembaga-lembaga perbankan yang reputasinya meragukan.

"Nabiullina telah menutup banyak organisasi keuangan kriminal. Itu adalah kampanye yang dianggap berani di dalam dan di luar Rusia mengingat pendahulunya kehilangan nyawa saat menghadapi beberapa bankir yang tak tersentuh," ujarnya.

Saat ini, Nabiullina bersama tim ekonomi Rusia memikul tanggung jawab besar untuk mencegah ekonomi nasional hancur di tengah perang di Ukraina.

Sejak Barat menerapkan sejumlah sanksi, Nabiullina telah memberikan mata uang lokal, rubel, napas buatan, dengan menerapkan pengendalian harga dan serangkaian tindakan lain yang tidak biasanya dilakukan.

Sanksi Barat terhadap Rusia mencakup pembekuan hampir setengah dari USD640.000 juta emas dan cadangan mata uang yang dikendalikan oleh Bank Sentral Rusia, bersama dengan serangkaian sanksi yang mendorong ekonomi negara itu menuju kemungkinan gagal bayar atau tidak bisa membayar utang.

Kini Nabiullina harus menghadapi ekonomi Rusia yang semakin terisolasi dan haus akan investasi karena perusahaan-perusahaan asing terus meninggalkan pasar negara tersebut.

Dia tidak hanya berurusan dengan kesulitan ekonomi negaranya. Pada 19 April, Nabiullina masuk dalam daftar sanksi oleh Kanada bersama dengan 13 "individu lain yang dekat dengan rezim Rusia" terkait dengan perang di Ukraina.

Amerika Serikat belum memasukkannya ke dalam "daftar hitam", tetapi AS sudah menjatuhkan sanksi kepada Ksenia Yudaeva, wakil presiden pertama Bank Sentral Rusia dan salah satu rekan terdekat Nabiullina.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini