Share

Uni Eropa Bakal Larang Impor Minyak Rusia, Harga Brent Meroket 4,9%

Antara, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 320 2589433 uni-eropa-bakal-larang-impor-minyak-rusia-harga-brent-meroket-4-9-GEdI79duej.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak mentah meningkat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Uni Eropa, blok perdagangan terbesar dunia menjabarkan rencana menghentikan impor minyak Rusia.

Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang ketatnya pasar lebih lanjut ketika negara-negara tersebut memburu pasokan yang memadai.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli melambung USD5,17 atau 4,9% menjadi USD110,14 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni bertambah USD5,4 atau 5,3% menjadi USD107,81 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Menguat 1% di Tengah Turunnya Stok AS

Kontrak acuan minyak mentah terus meningkat selama dua bulan terakhir setelah invasi Moskow ke Ukraina. Sampai saat ini, Uni Eropa enggan untuk sepenuhnya memotong impor minyak dan gas Rusia, dan rencananya masih tidak menyarankan larangan penuh untuk semua anggota Uni Eropa.

Eropa mengimpor sekitar 3,5 juta barel minyak dan produk minyak Rusia setiap hari, dan juga bergantung pada pasokan gas Moskow.

"Persediaan sangat ketat, jadi dengan latar belakang ini, ketika Anda berbicara tentang larangan ini, ada banyak pertanyaan tentang bagaimana (Eropa) akan megatasi," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Kamis (5/5/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Rebound, Brent Naik Jadi USD107/Barel

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan embargo minyak bertahap terhadap Rusia, serta sanksi atas bank top Rusia.

Langkah-langkah Komisi termasuk menghentikan pasokan minyak mentah Rusia secara bertahap dalam waktu enam bulan dan produk olahan pada akhir 2022, kata von der Leyen. Dia juga berjanji untuk meminimalkan dampak dari langkah tersebut pada ekonomi Eropa.

Namun demikian, Hungaria dan Slovakia akan dapat terus membeli minyak mentah Rusia hingga akhir 2023 berdasarkan kontrak yang ada, kata sumber Uni Eropa kepada Reuters.

Rusia dapat mengimbangi hilangnya salah satu pelanggan utamanya dengan menjual minyak ke importir lain termasuk India dan China. Tidak ada negara yang berhenti membeli dari Moskow.

Kebutuhan akan pasokan yang jauh lebih besar kemungkinan tidak akan terpenuhi pada pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu pada Kamis. OPEC+ diperkirakan akan tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi bulanan secara bertahap.

Di Amerika Serikat, stok minyak mentah naik moderat minggu lalu, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Stok naik 1,2 juta barel karena Amerika Serikat merilis lebih banyak barel dari cadangan strategisnya.

Persediaan bahan bakar turun, sebagian karena ekspor produk yang lebih kuat sejak invasi Rusia karena pembeli mencari sumber lain.

Pasar sebagian besar mengabaikan pengumuman Federal Reserve bahwa mereka akan menaikkan suku bunga setengah poin persentase untuk mencoba menurunkan kenaikan inflasi.

"Pasar naik begitu kuat sebelum pengumuman, saya pikir (The Fed) adalah kesimpulan yang sudah pasti," kata Gary Cunningham, direktur riset pasar di Tradition Energy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini