Share

Harga Minyak Menguat 1% di Tengah Turunnya Stok AS

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 04 Mei 2022 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 04 320 2589038 harga-minyak-menguat-1-di-tengah-turunnya-stok-as-dUzMjqBuZq.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak dunia naik 1% setelah data industri menunjukkan penarikan stok minyak Amerika Serikat (AS). Selain itu, harga minyak naik karena kekhawatiran meningkatnya pasokan.

Minyak mentah berjangka Brent naik 90 sen atau 0,9% menjadi USD105,87 per barel. Minyak mentah berjangka WTI naik USD1,00, atau 1% menjadi USD103,41 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Merosot 4,1% akibat Peningkatan Covid-19 di Shanghai

Menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute, stok minyak mentah dan bahan bakar AS turun pekan lalu. Stok minyak mentah turun 3,5 juta barel untuk pekan yang berakhir 29 April,

"Laporan API membuat orang berhenti mengkhawatirkan sisi permintaan dan mulai mengkhawatirkan sisi penawaran lagi," kata Seorang Analis Grup Price Futures, Phil Flynn, dikutip Reuters, Rabu (4/5/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Rebound, Brent Naik Jadi USD107/Barel

Selama sesi sebelumnya, harga minyak turun karena kekhawatiran permintaan berkurang akibat penguncian Covid-19 yang berkepanjangan di China.

Sementara itu, harga minyak mendapat dorongan setelah Uni Eropa menyatakan sedang mengerjakan sanksi baru terhadap Rusia karena mengobarkan perang terhadap Ukraina yang akan menargetkan industri minyak Moskow.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen diperkirakan akan menjelaskan rencananya pada Rabu.

Sebelumnya, kedua kontrak acuan ditutup pada level terendah sejak 11 April setelah kehilangan hampir 5,0% minggu lalu. Sejak melonjak ke level tertinggi sejak 2008 pada awal Maret, harga minyak telah jatuh sekitar 25 persen.

"Prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat tahun ini di tengah kenaikan suku bunga AS telah menyebabkan revisi turun perkiraan permintaan minyak. Semakin lama perang Ukraina dan penguncian China tetap ada, semakin tinggi risiko bahwa pertumbuhan permintaan akan semakin lemah," ujar Analis di Konsultan Eurasia Group.

Pelemahan harga minyak juga karena investor menilai dampak Covid-19 pada prospek permintaan bahan bakar. Penguncian Covid-19 di Shanghai memasuki ke minggu keempat, ketika perintah untuk pengujian massal di distrik terbesar Beijing memicu kekhawatiran bahwa ibu kota China dapat ditakdirkan untuk nasib yang sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini