Share

Indonesia Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng, Uni Eropa Gigit Jari?

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 320 2589465 indonesia-larang-ekspor-cpo-dan-minyak-goreng-uni-eropa-gigit-jari-r4bejHBk6K.jpg Larangan Ekspor CPO dan Minyak Goreng. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia melarang ekspor produk minyak sawit dan minyak goreng. Federasi Minyak Nabati Uni Eropa mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran di pasar Uni Eropa karena blok tersebut memiliki cadangan pasokan selama beberapa pekan.

Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia itu pekan lalu memberlakukan larangan ekspor bahan baku minyak goreng, termasuk beberapa produk seperti minyak sawit yang dimurnikan, diputihkan, dan dihilangkan baunya (RBD), minyak sawit mentah dan minyak olahan, dalam upaya untuk menurunkan harga minyak goreng.

Baca Juga: Ekspor CPO Dilarang, Begini Tanggapan Astra Agro (AALI)

Uni Eropa mengimpor rata-rata sekitar 335.000 ton minyak sawit mentah dari Indonesia per bulan, atau lebih dari 40% dari total impor minyak sawit mentah yang masuk ke blok tersebut, kata FEDIOL. Blok ini juga mengimpor minyak sawit mentah dari beberapa negara lain, termasuk Malaysia, Papua Nugini dan beberapa negara Amerika Latin.

"Saat ini kami memiliki persediaan minyak sawit untuk 4 hingga 6 pekan. Keputusan sementara oleh pemerintah Indonesia tidak menimbulkan kekhawatiran akan kurangnya pasokan di pasar Eropa dalam jangka pendek," kata FEDIOL, dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (5/5/2022).

Baca Juga: Ekspor CPO Dilarang, Negara Bakal Kehilangan Devisa Rp43 Triliun

Dalam pernyataan terpisah, organisasi tersebut sebelumnya mengatakan bahwa pasokan minyak bunga matahari telah meningkat di Uni Eropa selama beberapa pekan terakhir menyusul tidak adanya pasokan dari Ukraina.

Sebagai informasi, Indonesia melarang ekspor CPO dan minyak goreng. Tidak ada batas waktu sampai kapan ekspor tersebut dilarang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini