Share

Ini Alasan Pedagang Jual Minyak Goreng Curah Rp20.000/Liter

Ikhsan Permana, MNC Portal · Senin 09 Mei 2022 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 320 2591311 ini-alasan-pedagang-jual-minyak-goreng-curah-rp20-000-liter-zuSvzEPdQO.jpg Harga Minyak Goreng Curah di Atas HET. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga minyak goreng curah masih dijual Rp 20.000 per liter. Padahal, pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter.

Selain minyak goreng curah, minyak goreng kemasan juga masih bertahan di harga rata-rata Rp46.000 sampai dengan Rp50.000 per dua liter.

Baca Juga: 5 Fakta Harga Minyak Goreng Curah di Atas Rp14.000/Liter, Nomor 3 Barang Langka

Seorang Pedagang Minyak Goreng di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Elis mengatakan, minyak goreng kemasan masih dijual dengan harga Rp46.000. Sedangkan minyak curah Rp20.000.

"Kalau minyak kemasan kan saya harga modalnya masih mahal, jadi otomatis saya jualnya masih harga biasa, kan modalnya Rp45.000 saya jualnya Rp46.000 atau Rp45.500 tadi saya jual harga modal malahan. Kalau minyak curah saya jualnya Rp20.000 kalau dari agen," ungkap Elis kepada MNC Portal Indonesia, Senin (9/5/2022).

Elis juga menjelaskan minyak curah dari agen masih diangka Rp18.800 ditambahkan dengan modal plastik dan karet pengikat jadi Rp19.200.

Baca Juga: 4 Fakta Bisnis Wilmar, Ada Martua Sitorus 'Raja' Sawit Berharta Rp42,9 Triliun

"Modalnya saya yang BIB aja saya Rp19.200 kalau dari agennya Rp18.800," jelasnya.

Menurutnya, mahalnya harga minyak goreng kemasan membuat masyarakat memilih minyak goreng curah sebagai alternatif.

"Untuk minyak kemasan kurang peminatnya, sekarang, buat sekarang, buat habis Lebaran ya, banyaknya orang mencari minyak curah," jelasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Lebih lanjut Elis menerangkan, stok minyak goreng saat harga mahal sangat berlimpah. "Stok harga mahal mah banyak ya, gampang kita minta berapa aja di kasih," ujarnya

Elis juga menyampaikan kepada pemerintah untuk bisa mengatur harga minyak dengan baik dan tidak membuat pusing pedagang.

"Kalau bisa mah jangan bikin pusing pedagang deh ya, kalau misalnya mau turun jangan langsung anjlok seperti kemarin, ya normal-normal aja lah ya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini