Share

Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Berdampak ke Suplai Daging? Ini Penjelasan Buwas

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 10 Mei 2022 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 320 2591938 penyakit-mulut-dan-kuku-hewan-berdampak-ke-suplai-daging-ini-penjelasan-buwas-oC7YynNGTK.jpg Daging Sapi (Foto: MPI)

JAKARTA - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berpotensi mempengaruhi supply daging sapi dan kerbau. Hal itu bisa terjadi apabila wabah tak tertangani dalam beberapa bulan mendatang.

Saat ini PMK menginfeksi sejumlah hewan ternak di Jawa Timur (Jatim). Dampaknya pun akan signifikan terhadap sektor industri peternak nasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengakui hal ini. Menurutnya, supply daging menjadi terganggu bila PMK menyebar luas. Hanya saja, dia optimis pemerintah akan segera menangani wabah hewan ini.

"Kita bilamana nanti dari Menteri Perdagangan menyatakan akibat dari perkembangannya penyakit, tapi saya yakin tidak berkembang, tidak mungkin lah pemerintah kita membiarkan penyakit ini terus berkembag dan berdampak pada permasalahan supply (daging kerbau dan sapi," ungkep Buwas saat ditemui di kawasan Gedung Bulog, Selasa (10/5/2022).

Hingga saat ini, lanjut Buwas, pemerintah belum memperkirakan penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan ternak ini menyebar luas dan memberi dampak negatif ke sektor peternak.

Namun begitu, akan ada penugasan baru yang dijalani BUMN Pangan, bila kemungkinan terburuk akan terjadi.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Tapi kita tak berpikir sampai yang terjadi yang terburuk, hingga supply daging, tentunya pemerintah itu akan melaksanakan penugasan. Nanti kalau sapi bisa ditugaskan supply-nya akibat dampak dari berkembangnya penyakit tadi. Bisa ditugaskan, tapi tidak harus Bulog, bisa juga yang lainnya. Tapi prinsipnya pemerintah itu memperhitungkan," tutur dia.

Buwas pun memastikan daging kerbau yang diimpor dari India tidak terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku. Menurutnya, daging kerbau yang diimpor melewati proses pemeriksaan laboratorium yang ketat, sebelum di jual di pasar Tanah Air.

"PMK tidak ada kaitannya dengan daging kerbau impor. Karena daging tersebut begitu sampai di Indonesia tidak bisa langsung jual karena ada pemeriksaan laboratorium, begitu layak konsumsi baru diedarkan," kata Buwas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini