Share

Nusantara Infrastructure (META) Raup Pendapatan Rp675,1 Miliar di 2021

Kamis 12 Mei 2022 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 278 2592989 nusantara-infrastructure-meta-raup-pendapatan-rp675-1-miliar-di-2021-7iojhDkef4.jpg Pendapatan META Tumbuh 25%. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA PT Nusantara Infrastructure Tbk (Perseroan) tetap konsisten menjaga kestabilan kinerja dan bisnis. Di mana perseroan membukukan pendapatan usaha dan penjualan tumbuh 25,4% menjadi Rp675,1 miliar dari Rp538,4 miliar di tahun 2020.

Dijelaskan, peningkatan tersebut ditopang oleh sektor jalan tol yang menyumbang pertumbuhan 33,8% dari Rp328,3 miliar menjadi Rp439,3 miliar. Selanjutnya adalah sektor energi terbarukan tumbuh 26,9% dari Rp122,7 miliar menjadi Rp155,6 miliar.

Baca Juga: Laba Bersih Nusantara Infrastructure (META) Anjlok 91,3%, Kenapa?

Kedua sektor memberikan kontribusi sebagai dampak dari pengembangan aset perseroan, yakni Jalan Tol Layang A.P. Pettarani dibawah entitas anak PT Makassar Metro Network, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lau Gunung dibawah entitas PT Inpola Meka Energi.

Kemudian hasil dari pengembangan aset tersebut, total aset perseroan pada tahun 2021 sebesar Rp6,6 triliun atau naik 12,7% jika dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Laba usaha perseroan di tahun 2021 tercatat sebesar Rp150,8 miliar atau lebih tinggi 13,6% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp132,8 miliar dengan margin sebesar 22,3%.

Catatan perhitungan margin diambil dari total pendapatan usaha dan penjualan perseroan (termasuk pos pendapatan usaha lainnya). Sementara EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp263,7 miliar atau naik 24,2% jika dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp212,3 miliar.

Baca Juga: Anak Usaha Nusantara Infrastructure (META) Dapat Modal Rp375 Miliar Garap EBT

Sementara itu, laba bersih perseroan pada 2021 tercatat sebesar Rp25,7 miliar yang utamanya disebabkan oleh peningkatan biaya non-recurring items pada pos beban operasional lainnya (2021: Rp65,4 miliar. 2020: Rp32,0 miliar), peningkatan beban amortisasi sebagai hasil dari pengembangan aset perseroan (dari Rp79,5 Miliar menjadi Rp112,9 Miliar) dan peningkatan beban keuangan (dari Rp61,6 miliar menjadi Rp143,9 miliar) atas tambahan pinjaman kredit investasi baru senilai Rp1,5 triliun pada PT Makassar Metro Network untuk pengembangan aset Jalan Tol Layang A.P. Pettarani dan Rp375 miliar pada PT Inpola Meka Energi untuk pengembangan aset PLTA Lau Gunung).

"Perseroan berhasil menerapkan strategi serta respon yang tepat atas perkembangan kondisi eksternal, termasuk melakukan berbagai mitigasi seperti meningkatkan kualitas kinerja sehingga lebih mudah dalam merealisasikan investasi serta menerapkan growth strategy melalui kemitraan," ujar Direktur Utama META Ramdani Basri, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (12/5/2022).

Perseroan juga tetap berpegang teguh pada kebijakan perseroan dalam hal health first dan cash preservation dalam hal build cash, manage cash wisely terutama yang berhubungan dengan OPEX & maintenance cost. Hal ini yang mendukung kestabilan kinerja dan bisnis perseroan di sepanjang tahun 2021 tetap terjaga.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, fokus perseroan adalah investasi di sektor infrastruktur strategis yang berkualitas serta mengedepankan keamanan dan lingkungan hidup dengan mengedepankan 3 (tiga) prinsip yakni mobilitas, akses, dan konektivitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini