Share

Laba Bersih Nusantara Infrastructure (META) Anjlok 91,3%, Kenapa?

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 278 2582817 laba-bersih-nusantara-infrastructure-meta-anjlok-91-3-kenapa-CdNDna68Wb.jpg Saham META anjlok (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,988 miliar di 2021. Laba META anjlok 91,3% dibandingkan tahun 2020 yang terbilang Rp69,392 miliar.

Akibatnya laba per saham dasar turun ke level Rp0,34, sedangkan di akhir tahun 2020 di level Rp3,92. Selain itu, pendapatan dan penjualan terpapas 46,2% dan tersisa Rp844,78 miliar karena pendapatan kontruksi turun 83,6% dan tersisa Rp169,67 miliar.

Hal itu karena pendapatan konstruksi hanya tersisa Rp157,84 miliar. Tapi pendapatan jalan tol tumbuh 27,85% menjadi Rp661,56 miliar. Menariknya, beban langsung dan beban pokok penjualan dapat ditekan sedalam 64,4% menjadi Rp438,5 miliar, sehingga laba kotor tumbuh 20,4% menjadi Rp406,28 miliar.

Sayangnya, beban keuangan membengkak 134,4% menjadi Rp143,84 miliar, akibatnya, laba sebelum pajak turun 54,07% menjadi Rp62,948 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh 12,06% menjadi Rp6,587 triliun karena pinjaman jangka panjang membengkak 33,5% menjadi Rp2,455 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan double digit.

General Manager Corporate Affairs META Deden Rochmawaty mengestimasikan kenaikan pendapatan sekitar 10%-20% pada tahun 2022. Lini bisnis jalan tol masih sebagai penyumbang tertinggi dengan perkiraan kontribusi sekitar 60%-70% terhadap total pendapatan Nusantara Infrastructure. Sisanya berasal dari lini bisnis energi terbarukan dan pengelolaan air bersih.

"Belum ada perubahan yang signifikan terhadap kontribusi dari masing-masing segmen dibandingkan tahun lalu. Proyek baru masih membutuhkan waktu konstruksi antara 12–48 bulan ke depan," ujarnya.

Untuk tahun ini, META akan menggarap dua proyek jalan tol, yakni business development di PT Bintaro Serpong Damai, serta proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Project. Kedua proyek ini menjadi prioritas META pada tahun 2022.

Deden belum membuka lebih rinci mengenai persiapan dan tahapan yang sedang ditapaki kedua proyek tersebut. Termasuk mengenai berapa investasi maupun belanja modal (capex) yang dianggarkan oleh META. "Saat ini, kami masih melakukan final review untuk mendapatkan estimasi terkini yang telah disesuaikan dengan timeline kedua proyek tersebut," sambung Deden.

Dia menambahkan, debt to equity ratio (DER) META dinilai masih di bawah rata-rata industri. Oleh sebab itu, sumber pendanaan akan diutamakan berasal dari utilizing debt. Sedangkan untuk porsi pendanaan internal akan berasal dari arus kas operasional dan/atau setoran modal pemegang saham.

Pada tahun ini META akan menggarap beberapa proyek yang menjadi business development PT Bintaro Serpong Damai, anak usaha yang mengelola Jalan Tol Ruas Pondok Aren-Serpong. Proyek tersebut meliputi konstruksi penanganan banjir (Peninggian) pada KM 8 Jalan Tol Pondok Aren-Serpong. Kemudian konstruksi tidak sebidang Ramp Junction Serpong dengan Exit Ramp Pamulang (Weaving).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini