Share

Undang Banyak Investor, SKK Migas Kejar Target Produksi Gas 12 BSCFD

Athika Rahma, MNC Portal · Senin 16 Mei 2022 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 320 2594745 undang-banyak-investor-skk-migas-kejar-target-produksi-gas-12-bscfd-kXTESbxAmi.jpg Ilustrasi Migas. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Indonesia tercatat memiliki total cadangan gas sebesar 62,39 TSCF tersebar di seluruh wilayah.

Potensi yang besar ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan energi bersih dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, pemerintah mengundang semua calon investor untuk berkontribusi dalam mengembangkan cadangan.

Pemerintah telah melakukan beberapa langkah mulai dari memberi izin hingga insentif.

 BACA JUGA:Kejar Target TKDN 60%, SKK Migas-KKKS Kompak Kejar Target Produksi di 2030

“Pemerintah menawarkan kemudahan berusaha dan fasilitas pendukung bagi investor, mulai dari regulasi, perizinan, hingga insentif fiskal dan nonfiskal,” ujarnya dari keterangan resmi yang dikutip Senin (16/5/2022).

Saat ini konsumen gas terbesar di Indonesia adalah industri, listrik, dan pupuk. Sementara itu, sekitar 22,57% diekspor dalam bentuk LNG, dan 13,13% diekspor melalui pipa.

Total konsumsi gas mencapai 5.734,43 BBUTD.

Untuk menjaga ketahanan energi, Indonesia menargetkan produksi gas bumi sebesar 12 BSCFD pada 2030.

Berdasarkan Neraca Gas Indonesia, diperkirakan ada potensi surplus untuk memasok kebutuhan industri baru di dalam negeri atau untuk diekspor.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk industri maupun pembangkit listrik, Pemerintah Indonesia terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, misalnya infrastruktur pipa gas.

Selain itu, pengembangan pipa LNG skala kecil dan virtual juga penting untuk mengamankan pasokan energi di daerah-daerah tertentu dengan kendala geografis, seperti di pulau-pulau kecil yang tersebar, terutama di bagian timur negara itu.

“Dengan cadangan dan potensi yang melimpah tersebut, membuka pasar gas bumi di Indonesia. Kami menyambut para investor untuk bergabung dalam pengembangan gas di tanah air untuk menyediakan pasokan energi yang andal dan pada saat yang sama, untuk mencapai target NZE tahun 2060,” tambahnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Secara global, permintaan energi primer akan terus tumbuh hingga tahun 2050, seiring peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, seluruh anggota G20 dan negara-negara lainnya telah menetapkan target pencapaian NZE 2060 agar tetap sejalan dengan tujuan Perjanjian Paris.

“Investasi dalam proyek gas alam perlu ditingkatkan secara global untuk mendorong penggunaan gas alam yang lebih besar. Penting juga untuk mendorong integrasi pasar gas di antara tiga wilayah terbesar gas alam yaitu Asia, Amerika Utara dan Eropa,” katanya.

Dirjen Migas meyakini, kerja sama internasional termasuk melalui G20 akan berkontribusi lebih dalam meningkatkan peran gas untuk mendukung netralitas karbon.

 BACA JUGA:BPH Migas: Stok BBM Aman di Seluruh Indonesia

Menurut Tutuka, untuk mencapai NZE, setiap negara memiliki pendekatannya sendiri untuk mempromosikan transisi energi bersih.

"Transisi energi bersih harus dilakukan secara komprehensif dalam berbagai tahapan dengan mempertimbangkan daya saing, biaya, ketersediaan dan keberlanjutan untuk memastikan transisi berjalan lancar dan ketahanan energi tidak terganggu," jelasnya.

Untuk Indonesia sendiri, sejak pertama kali diproduksi pada tahun 1965, gas bumi untuk keperluan rumah tangga di Indonesia terus meningkat.

Sebelumnya, gas lebih banyak digunakan untuk tujuan ekspor. Saat ini, lebih dari 60% produksi gas Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), porsi gas bumi ditargetkan mencapai 24% dalam bauran energi nasional 2050. Cadangan Gas Indonesia antara lain menjadi salah satu faktor penentu target tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini