Share

Sri Mulyani Sebut Ada Tambahan Pendapatan Negara Rp420 Triliun, dari Mana?

Antara, Jurnalis · Kamis 19 Mei 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 320 2596766 sri-mulyani-sebut-ada-tambahan-pendapatan-negara-rp420-triliun-dari-mana-cFTHdoeQ4v.jpg Sri Mulyani. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan ada penambahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022.

Penambahan ini dijelaskan Sri Mulyani saat menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Dia menjelaskan akan ada penambahan dana sebesar Rp420,1 triliun pada APBN 2022.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Minta Turunkan Defisit APBN 2022 Jadi Rp840,2 Triliun, Ini Alasannya

Sehingga, untuk pendapatan negara tahun ini akan mencapai Rp2.266,2 triliun atau meningkat dari target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni Rp1.846,1 triliun.

"Indonesia menghadapi masalah tetapi tetap relatif lebih baik, karena kalau negara lain menghadapi krisis dan tidak punya uang dengan kebutuhan banyak, kita paling tidak punya tambahan Rp420,1 triliun," ujar Sri.

Dia menyebut tambahan pendapatan negara tersebut berasal dari penerimaan perpajakan Rp274 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp146,1 triliun.

Serta tambahan pendapatan negara tersebut akan dialokasikan dengan tujuan utama melindungi rakyat, melindungi ekonomi, dan melindungi APBN.

Dia mengatakan dana sebesar Rp420,1 triliun akan dibagi untuk mengurangi defisit, menambah subsidi, menambah anggaran perlindungan sosial, hingga meningkatkan anggaran pendidikan.

Di mana untuk penurunan defisit APBN, dialokasikan dana sebesar Rp27,8 triliun, sedangkan alokasi peningkatan penerimaan negara yang akan masuk kepada belanja negara adalah sebesar Rp392,3 triliun.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap Ancaman Baru Ekonomi RI, Apa Itu Stagflasi?

Dia memastikan anggaran tambahan ini berpengaruh pada outlook belanja negara tahun 2022 yang akan meningkat menjadi Rp3.106,4 triliun dari target sebelumnya Rp2.714,2 triliun.

Diketahui, kenaikan belanja negara tahun ini terjadi pada pos belanja pemerintah pusat sebesar Rp357,1 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa Rp35,2 triliun.

Dengan rincian peningkatan belanja kementerian/lembaga sebesar Rp3 triliun, subsidi energi Rp74,9 triliun, kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik Rp275 triliun, penyesuaian anggaran pendidikan Rp23,9 triliun, dan penebalan perlindungan sosial Rp18,6 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini