Share

Sri Mulyani Optimistis Pendapatan Negara 2023 Naik 11,7%

Antara, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 320 2597464 sri-mulyani-optimistis-pendapatan-negara-2023-naik-11-7-gPFKsjPEkt.jpg Sri Mulyani. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pendapatan negara tahun depan akan naik sekitar 11,19%-11,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) meski ada defisit APBN di bawah 3%.

“Pendapatan negara (tahun depan) meningkat dalam kisaran 11,19 persen sampai 11,70 persen dari PDB,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2023 di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Dia menerangkan kebijakan pendapatan negara tahun depan akan diarahkan untuk mendorong optimalisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha serta kelestarian lingkungan.

 BACA JUGA:APBN 2023 Masih Defisit, Sri Mulyani Jamin dalam Batas Aman

Dia juga menyebut kalau ini sebagai upaya menjaga efektivitas reformasi perpajakan (Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Pajak/UU HPP), mendorong agar sistem perpajakan lebih sehat dan adil sehingga dapat mendorong perluasan basis pajak serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.

“Melalui implementasi UU HPP yang efektif maka rasio perpajakan akan meningkat,” katanya.

Adapun pemerintah memastikan akan mengoptimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan peningkatan inovasi layanan dan reformasi pengelolaan aset.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Pastikan BLT Subsidi Gaji dan UMKM Cair!

Dia mengaku yakin berbagai kebijakan itu akan mendorong peningkatan rasio pendapatan negara yang ditargetkan dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur hingga ekonomi hijau.

Untuk optimalisasi pendapatan negara turut diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta mencapai sasaran pembangunan jangka menengah dan panjang.

“Ini agar Indonesia dapat keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini