Share

5 Fakta India Larang Ekspor Gandum, Nomor 4 Paling Terpukul

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 22 Mei 2022 04:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 320 2597846 5-fakta-india-larang-ekspor-gandum-nomor-4-paling-terpukul-nQ4eQEE3m3.jpg India Larang Ekspor Gandum. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA – Pemerintah India melarang ekspor gandum. Kebijakan ini akan mempengaruhi supply gandum di dunia, termasuk di Indonesia.

larangan ekspor India ini pun menjadi pukulan berat bagi industri makanan. Pasalnya, saat ini India tengah menjadi harapan Indonesia mendapatkan gandum.

Berikut fakta India larang ekspor gandum yang dirangkum di Jakarta, Minggu (22/5/2022).

1. Suplai Gandum di Seluruh Dunia Terpengaruh

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan adanya larangan ekspor tersebut banyak berpengaruh terhadap suplai gandum di seluruh dunia.

Baca Juga: Harga Gandum RI Tak Terdampak Larangan Ekspor India

"Saya tidak punya prediksi kenaikan harga gandum global, tapi bisa dipastikan naik, kasusnya akan sama dengan harga CPO (Crude Palm Oil)," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia.

Piter menjelaskan dengan adanya larangan ekspor dari India membuat ketersediaan gandum di negara-negara lain bakal terganggu. Terlebih adanya konflik Rusia - Ukraina.

2. Tak Berpengaruh Banyak terhadap Stok Dalam Negeri

Saat ini India termasuk salah satu negara penghasil gandum terbesar di Dunia.

Baca Juga: India Larang Ekspor Gandum, Apa Dampak Bagi Indonesia?

Research Associate Core Indonesia Dwi Andreas mengatakan, larangan ekspor gandum oleh pemerintah India kemungkinan belum berpengaruh banyak terhadap stok gandum yang ada di dalam negeri. Karena India hanya salah satu negara importir gandum untuk Indonesia.

"Impor gandum dia dari India teramat kecil, impor gandum di Indonesia itu terbesar dari Australia, yang bahaya justru posisi kedua impor gandum dari Ukraina," ujar Dwi Andreas kepada MNC Portal.

3. Konflik Rusia-Ukraina Jadi Pengaruh Besar Stok Dalam Negeri

Research Associate Core Indonesia Dwi Andreas menjelaskan, justru yang saat ini masih menjadi pengaruh besar terhadap stok gandum dalam negeri adalah konflik Rusia - Ukraina. Mengingat Ukraina menjadi negara kedua terbesar suply gandum untuk dalam negeri.

Dia menjelaskan karena adanya konflik negara tersebut, membuat India saat ini menjadi alternatif suply gandum dari dalam negeri.

"Negara ini kan tidak punya stok gandum, jadi tidak ada peran negara, jadi ini market yang bakal berperan," kata Andreas.

4. Pukulan Industri Makanan

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan larangan ekspor India menjadi pukulan berat bagi industri makanan.

Pasalnya, saat ini India tengah menjadi harapan Indonesia mendapatkan gandum.

"Begitu ada larangan India, langsung terjadi kenaikan harga lagi yang melonjak kira-kira 6% dari harga gandum dunia dan ini merupakan pukulan yang cukup berat bagi industri makanan pengguna gandum," ungkap Adhi kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (20/5/2022).

5. Respons Mendag

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi buka suara terkait India melarang ekspor gandum. Menurutnya ia tengah mempelajari kebijakan India tersebut.

"Terkait ekspor gandum ke India, kita sedang pelajari. Tapi kita memang membeli sepertiga dari tepung gandum itu dari India," ujar Lutfi dikutip.

Dia menjelaskan Indonesia membeli sepertiga gandum dari India. Lutfi memahami bahwa larangan tersebut untuk memprioritaskan kepentingan nasional.

"Ini memang masalah-masalah Internasional yang di mana semua negara memprioritaskan dari kepentingan nasional. Seperti kita juga prioritasnya untuk kepentingan nasional. Jadi kita mengerti apa yang mereka maksud," kata Lutfi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini