Share

Pegawainya Diduga Korupsi Perizinan Impor Baja, Kemendag Bilang Begini

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 320 2597971 pegawainya-diduga-korupsi-perizinan-impor-baja-kemendag-bilang-begini-oCyJ5qKz9a.jpg Dugaan Korupsi Perizinan Impor Besi dan Baja. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perdagangn menghargai proses hukum yang tengah berlangsung terkait kasus dugaan korupsi perizinan impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya yang ditetapkan Kejaksaan Agung terjadi pada 2016–2021. 

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menyusul ditetapkannya salah satu pegawai Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri oleh Kejaksaan Agung sebagai tersangka, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Dirjen Kemendag Jadi Tersangka Kasus Minyak Goreng, Mendag Terkejut dan Prihatin

Kejaksaan Agung menetapkan pegawai Kemendag berinisial TB selaku Kasubag Tata Usaha periode 2017-2018 dan sebagai Kasi Aneka Industri Periode 2018-2020 pada Direktorat Impor, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kemendag.

“Tentunya kami merasa sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Namun, Kementerian Perdagangan mendukung proses hukum yang tengah berlangsung dan siap untuk selalu memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penegakan hukum,” ujar Suhanto, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Ombudsman Periksa 4 Kementerian soal Minyak Goreng, Hasilnya?

Suhanto menekankan apa yang selalu ditegaskan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bahwa jajaran Kemendag wajib menjalankan pelayanan perizinan di bidang perdagangan sesuai ketentuan dan secara transparan. Untuk itu, Suhanto mendukung proses hukum jika terbukti terjadi penyalahgunaan wewenang.

Menurutnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang dilantik Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2020 telah menegaskan sikap antikorupsi harus dilaksanakan oleh seluruh pegawai di seluruh unit Kemendag.

“Seperti yang selalu dipesankan oleh Menteri Perdagangan, kami selalu menginstruksikan para pegawai Kementerian Perdagangan untuk selalu bekerja sesuai ketentuan dan secara transparan. Kemendag selalu siap membantu proses penegakan hukum yang tengah berlangsung, karena tindak korupsi dan penyalahgunaan wewenang menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap perekonomian nasional serta merugikan masyarakat,” kata Suhanto.

Dia memastikan perizinan di bidang perdagangan sudah dilaksanakan melalui sistem elektronik. Digitalisasi perizinan ini dimaksudkan untuk mempercepat pelayanan dan sekaligus menghindari pertemuan dengan pelaku usaha. Sistem ini dapat mencegah terjadinya korupsi.

“Salah satu tujuan digitalisasi perizinan adalah mencegah terjadinya korupsi dalam proses perizinan. Kemendag sangat serius membangun sistem antikorupsi,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini