Share

Hadapi Tingginya Inflasi dan Suku Bunga, Sri Mulyani Ubah Strategi APBN

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599348 hadapi-tingginya-inflasi-dan-suku-bunga-sri-mulyani-ubah-strategi-apbn-ec0vFgm9H7.jpg Strategi Sri Mulyani Hadapi 3 Tantangan Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ada tiga tantangan utama yang dihadapi perekonomian dunia saat ini. Inflasi tinggi, suku bunga melonjak dan pertumbuhan ekonomi yang melemah akibat perang Rusia-Ukraina.

"Meski kondisi ekonomi global masih menghadapi tantangan berat tersebut, kinerja APBN #UangKita masih mampu membawa kabar baik untuk perekonomian Indonesia," ujar Sri, dalam akun Instagramnya @smindrawati di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Ada Perang Rusia-Ukraina, Menko Airlangga Optimistis Inflasi Pangan Terkendali

Pertama, inflasi Indonesia saat ini meningkat pada level 3,5%. Walaupun ini relatif rendah dibandingkan negara berkembang lainnya, tetapi hal ini masih akan terus kita coba untuk dikendalikan. Berbagai langkah pun diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas inflasi.

Baca Juga: World Economic Forum di Davos, Menko Airlangga Sampaikan Momen Emas Berinvestasi di Indonesia

Kedua, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus tertinggi dalam sejarah. Per April 2022, posisi neraca mengalami surplus sebesar USD7,56 miliar. Dengan kondisi ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup positif di level 5,01%. Inilah yang membuat daya tahan ekonomi kita lebih baik dalam menghadapi krisis global.

Ketiga, dari segi postur APBN, penerimaan negara mengalami pertumbuhan signifikan. Hal tersebut tak hanya disebabkan oleh kenaikan harga komoditas, tetapi juga peningkatan kegiatan ekonomi yang mulai merata di berbagai daerah dan sektor.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik dan meningkatnya mobilitas masyarakat, kita berharap beban APBN dapat diringankan. Strategi APBN harus mulai diubah agar posturnya kembali sehat. Bagaimana aktivitas ekonomi di sekelilingmu? Apakah sudah ramai dan normal kembali?," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini