Share

Luhut Dorong UMKM Lokal Segera Join E-Katalog

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 320 2599917 luhut-dorong-umkm-lokal-segera-join-e-katalog-XUt0BrOWVP.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan mendorong pemanfaatan e-katalog lokal oleh pemerintah daerah (Pemda).

Negosiasi kontrak kerja yang tidak berpihak pada pemanfaatan produk dalam negeri, juga harus dikikis.

Hal tersebut disampaikan Luhut pada acara Arahan Presiden RI dan Evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).

 BACA JUGA:Utang RI Capai Rp7.000 Triliun, Menko Luhut: Itu Masih Kecil, Tidak Masalah

"Baru terdapat 46 Pemda yang telah menayangkan e-katalog lokal," kata Luhut, dikutip Rabu, (25/5/2022).

Dia menyebut pihaknya akan memastikan minimal 436 Pemda telah memasukkan produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) unggulan daerah ke dalam e-katalog lokal, maksimal hingga Selasa 31 Mei 2002.

"Kami mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar semua Pemda berkomitmen menggunakan produk dalam negeri," jelasnya

Dia pun mengakui jika masih ditemukan negosiasi yang belum berpihak terhadap produk buatan dalam negeri.

Saat ini, katanya, komitmen kementerian dan lembaga terhadap produk dalam negeri mencapai Rp802 Triliun.

Sedangkan komitmen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp290 Triliun.

"Realisasi kontrak produk dalam negeri baru mencapai Rp161 Triliun," tegasnya.

 BACA JUGA:Luhut Ikut Urusi Minyak Goreng, Kemendag Beri Penjelasan

Dia pun yakin dengan kerja sama semua pihak, upaya mendorong pemanfaatan peningkatan produk dalam negeri akan meningkat, sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Saat ini aplikasi Kementerian Keuangan telah terintegrasi dengan sistem informasi kinerja penyedia milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Langkah ini tentu semakin memudahkan pihak-pihak terkait.

"Jadi semua makin terintegrasi sehingga ini juga akan mengurangi potensi korupsi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini