Share

Spindo (ISSP) Raup Pendapatan Rp2,01 Triliun di Kuartal I-2022, Naik 88%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 278 2601187 spindo-issp-raup-pendapatan-rp2-01-triliun-di-kuartal-i-2022-naik-88-9YwWLV8Whb.jpg Spindo raup pendapatan Rp2,01 Triliun. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo mencatat pendapatan Rp2,01 triliun atau tumbuh sebanyak 88,4% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp1,06 triliun di kuartal I-2022.

Di mana laba tahun berjalan perseroan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk justru turun tipis dari Rp121,65 miliar menjadi Rp120,38 miliar.

Sehingga ini memicu laba per saham turun tipis dari Rp 17,22 menjadi Rp 17,04 per saham.

 BACA JUGA:Kliring Berjangka Catat Laba Bersih Rp101,6 Miliar

Corporate Secretary & Investor Relations ISSP, Johannes W Edward menjelaskan penyumbang utama tersebut berasal dari lonjakan penjualan produk perseroan untuk pasar domestik menjadi Rp1,90 triliun.

Dia menyebut penjualan domestik terdiri atas penjualan pipa spiral sebanyak Rp456 miliar, strip dan plat sebesar Rp295 miliar, dan pipa hitam senilai Rp277 miliar.

”Penjualan pada pasar domestik meningkat signifikan sekitar 89% pada kuartal I-2022,” ujarnya.

Diketahui, untuk sisanya disumbangkan penjualan ekspor dengan pertumbuhan sekitar 88,4%.

Pada produk yang diekspor terdiri atas penjualan pipa hitam sebesar Rp59 miliar, pipa spiral sebesar Rp22 miliar,serta pipa air Rp19 miliar.

“Penjualan dan pendapatan jasa kepada pihak berelasi yang berakhir pada 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021 masing-masing sebesar Rp 44,671 miliar dan Rp 130,959 miliar,” ungkapnya.

Dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Spindo, beban pokok penjualan juga melonjak dari Rp831 miliar menjadi Rp1,76 triliun pada tahun 2022.

Kegiatan ini memiliki dampak pada kenaikan laba kotor hanya menjadi Rp243 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya Rp235 miliar.

Adapun beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp33 miliar dari sebelumnya Rp26,1 miliar.

Untuk kenaikan tersebut tak lepas dari kemampuan perseroan dalam menekan sejumlah beban penjualan yang turun 15 % dari Rp51,1 miliar menjadi Rp43,0 miliar.

Sebagai informasi, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30% pada tahun ini.

Pada pertumbuhan tersebut dinilai perseroan bisa didapat dari gencarnya pembangunan infrastruktur dalam negeri dan perekonomian nasional yang semakin pulih.

Johanes menambahkan danya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) diprediksi memberikan dampak positif bagi emiten konstruksi.

Dia mengungkapkan pemindahan IKN memberikan peluang bisnis yang menarik bagi emiten konstruksi, ditambah dengan adanya rencana pembangunan industrial estate di ibu kota baru maka memberikan kesempatan emiten konstruksi untuk ambil bagian dalam pembangunan kawasan industri tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini