Dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Spindo, beban pokok penjualan juga melonjak dari Rp831 miliar menjadi Rp1,76 triliun pada tahun 2022.
Kegiatan ini memiliki dampak pada kenaikan laba kotor hanya menjadi Rp243 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya Rp235 miliar.
Adapun beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp33 miliar dari sebelumnya Rp26,1 miliar.
Untuk kenaikan tersebut tak lepas dari kemampuan perseroan dalam menekan sejumlah beban penjualan yang turun 15 % dari Rp51,1 miliar menjadi Rp43,0 miliar.
Sebagai informasi, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30% pada tahun ini.
Pada pertumbuhan tersebut dinilai perseroan bisa didapat dari gencarnya pembangunan infrastruktur dalam negeri dan perekonomian nasional yang semakin pulih.
Johanes menambahkan danya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) diprediksi memberikan dampak positif bagi emiten konstruksi.
Dia mengungkapkan pemindahan IKN memberikan peluang bisnis yang menarik bagi emiten konstruksi, ditambah dengan adanya rencana pembangunan industrial estate di ibu kota baru maka memberikan kesempatan emiten konstruksi untuk ambil bagian dalam pembangunan kawasan industri tersebut.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.