Share

GOTO Pilih Fokus Investasi di Fintech

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 30 Mei 2022 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 278 2602799 goto-pilih-fokus-investasi-di-fintech-an9UVZcRB8.jfif GOTO Fokus Layanan Fintech. (Foto: Okezone.com/GOTO)

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan ada perkembangan GTV sektor financial technology (fintech) di kuartal I-2022 yang melesat hingga 91% menjadi Rp77,31 triliun dari sebelumnya Rp40,54 triliun, disusul on-demand naik 39,48% menjadi Rp14,45 triliun dari Rp10,36 triliun dan e-commerce naik 27,66% menjadi Rp65,13 triliun dari sebelumnya Rp51,02 triliun.

CEO GoTo Andre Soelistyo mengatakan, fintech memang satu area fokus ekosistem GOTO. Adapun fintech masuk ke dalam 3 pilar investasi yang ditetapkan GoTo dalam hal sinergi.

"Layanan fintech adalah fokus yang sangat besar, kami kira dengan opportunity yang kami lihat di Indonesia, rendahnya tingkat penetrasi terlebih untuk produk-produk teknologi finansial," ujar Andre dalam Konferensi Pers Kinerja GOTO, Senin (30/5/2022).

Baca Juga: Rugi GoTo Bengkak dari Rp1,9 Triliun Jadi Rp6,6 Triliun, Begini Penjelasan Bos GOTO

Menurut Andre, kesempatan juga besar sekali untuk grup GOTO guna bisa menggunakan ekosistem untuk convert dari transaksi tersebut menjadi layanan financial technology services.

"Perlu ditambahkan juga bahwa yang kami lihat setiap konsumen yang menggunakan layanan finansial kami, engagement terhadap platform juga tumbuh dengan sangat baik," jelas Andre.

Pertumbuhan layanan GTV GoTo Financial terlihat pada kuartal I 2022 mencapai Rp77,5 triliun, tumbuh 91% year-on-year. Adapun GTV pada tahun 2021 mencapai Rp214,9 triliun, tumbuh 80% year-on-year.

Baca Juga: GoTo Rencanakan Private Placement, Lepas 118,43 Miliar Saham Baru

"Setiap quarter peningkatan tersebut juga sangat solid, melebihi ekspektasi kami. Investasi kami terhadap layanan fintech kami akan terus berlanjut dan mudah-mudahan kontribusi terhadap seluruh ekosistem kami bukan dari GTV tapi dari profitabilitas juga," pungkas Andre.

Margin Kontribusi di Laporan Keuangan

Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menerapkan formula contribution margin atau margin kontribusi dari pencatatan laporan keuangan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Andre Soelistyo menjelaskan bahwa margin kontribusi berasal dari pendapatan bruto dikurangi seluruh insentif, apakah di dalam bentuk kisaran kepada konsumen atau terhadap supply partner seperti mitra driver atau mitra UMKM.

"Jadi gross revenue atau pendapatan bruto dikurangi oleh seluruh cost pemasukan dan juga seluruh biaya-biaya yang sifatnya bervariabel terhadap produk tersebut yang diatribusikan terhadap produk tersebut," kata Andre.

Dia menambahkan, setelah produk tersebut dikurangi itulah yang disebut contribution margin. Dengan kata lain margin kontribusi adalah rasio nilai dari profitabilitas dari masing-masing produk yang ada di perusahaan GoTo sebelum dikurangi oleh biaya headquarter atau operational expenses.

Andre menyebut margin kontribusi on demand service meningkat bulan Februari dan Maret 2022.

“Di indonesia margin kontribusi untuk on demand services meningkat pada bulan Februari dan Maret 2022 dan diharapkan dapat terus berjalan pada kuartal kedua,” sebut Andre.

Adapun GTV untuk e-commerce tumbuh 28% yoy dan telah melampaui hasil pada kuartal keempat tahun lalu. Hasil ini berhasil dicapai meskipun secara umum pada kuartal pertama adalah kuartal yang rendah untuk transaksi e-commerce dan kuartal keempat merupakan kuartal yang tertinggi.

“Bisnis fintech kami terus bertumbuh, jumlah pengguna dan volume GTV dari Gopay atau alat pembayaran kami mencapai rekor tertingginya. Penggunaan on platform atau di dalam GoTo ekosistem tumbuh sebesar 207%, sementara untuk off platform tumbuh 73% yoy pada kuartal I tahun ini,” sebut Andre.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini