Share

Sri Mulyani Ungkap Bukti Ekonomi RI Menang Lawan Covid-19

Athika Rahma, MNC Portal · Senin 30 Mei 2022 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 320 2602422 sri-mulyani-ungkap-bukti-ekonomi-ri-menang-lawan-covid-19-ZtN0braEIx.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Indonesia telah mampu menjaga diri dari pandemi Covid-19 sejak kemunculannya awal 2020 lalu.

Buktinya, sejumlah indikator kondisi ekonomi mengalami perbaikan hingga awal tahun ini, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga neraca perdagangan.

"Kita patut mensyukuri bahwa Indonesia semakin mampu menjaga dari pandemi Covid-19 meskipun secara global masih ada beberapa negara yang masih mencoba mengendalikan Covid-19 terutama Omicron," ujarnya dalam Talkshow Neraca Komoditas, Senin (30/5/2022).

Tercatat, pertumbuhan ekonomi hingga kuartal I 2022 mencapai 5,01%. Kemudian pada April 2022, neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami surplus US$ 7,56 miliar. Kondisi surplus ini sudah terjadi 24 kali berturut-turut.

"Tentunya ini akan menjaga ekonomi Indonesia melalui kinerja ekspor kita karena ada tren kenaikan harga maupun pembelian ekonomi global akibat pandemi dan menggeliatnya kegiatan ekonomi di Indonesia," ujarnya.

Kendati, Sri Mulyani mengingatkan agar Indonesia terus waspada karena masih banyak risiko ekonomi global yang mengancam, salah satunya inflasi.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Di banyak negara maju, seperti Amerika Serikat, tingkat inflasinya sudah sangat tinggi. Per April 2022 saja, inflasi di Amerika Serikat mencapai 8,3%.

Naiknya inflasi bakal memaksa negara-negara mengetatkan kebijakan moneter mereka, yang berimbas pada kenaikan suku bunga acuan dan pengetatan likuiditas.

Selain itu, konflik Rusia-Ukraina yang belum reda juga mengancam pasokan komoditas dan mengerek harga bahan pangan dan energi.

"Di sisi lain, di RRT (Republik Rakyat Tiongkok/China), akibat Covid-19 maka pemerintahnya melaksanakan zero case policy terhadap pandemi, yang artinya lockdown atau pembatasan, dan ini sangat berdampak ke ekonomi RRT dan dunia," pungkas Sri Mulyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini