JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut perluasan sumber keuangan jangka panjang menjadi salah satu dari lima pilar strategis pemerintah dalam merancang reformasi sektor keuangan Indonesia.
"Pilar ini secara khusus menjadi pedoman dalam merancang pengembangan industri asuransi dan dana pensiun yang bersifat menghimpun dana jangka panjang," kata Sri Mulyani dalam Indonesian Financial Group International (IFG) Conference 2022 di Jakarta, Senin (30/5/2022).
Selain itu, peningkatan akses layanan keuangan menjadi pilar kedua yang merupakan landasan bagi peningkatan lembaga keuangan, terutama dengan menyediakan akses ke berbagai produk dan layanan lembaga keuangan sesuai kebutuhan masyarakat dengan kemampuan membayar, salah satunya dengan memanfaatkan informasi dan teknologi keuangan (fintech).
Dia melanjutkan pilar ketiga adalah terkait dengan strategi peningkatan daya saing dan efisiensi sektor keuangan.
Pilar ini menekankan pada terciptanya proses bisnis sektor keuangan yang efisien melalui inovasi untuk menciptakan persaingan yang sehat antar industri.
Sementara pilar keempat adalah pengembangan instrumen keuangan dan penguatan mitigasi risiko instrumen keuangan.
"Seiring dengan berkembangnya variasi instrumen keuangan, pilar keempat diamanatkan untuk memperkuat kapasitas otoritas pengawas untuk menerapkan metode teknologi regulasi dan pengawasan," jelasnya.