Share

Sri Mulyani Harap Banyak Proyek Infrastruktur RI Dibiayai KPBU Syariah

Antara, Jurnalis · Senin 30 Mei 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 320 2602545 sri-mulyani-harap-banyak-proyek-infrastruktur-ri-dibiayai-kpbu-syariah-DomxPYvmyy.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan yang juga Sekretaris Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sri Mulyani Indrawati menyatakan semakin banyak proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang berlandaskan prinsip syariah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur.

“Ini menarik, karena sekarang ini baru ada KPBU yaitu kerja sama pemerintah dengan badan usaha untuk membangun rumah sakit di Aceh. Kita berharap PUPR (Kementerian PUPR) yang memiliki berbagai pembiayaan syariah bisa diakselerasikan,” kata Sri Mulyani, dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (30/5/2022).

Baca Juga: 4 Fakta Proyek Infrastruktur Harus Rampung Sebelum Masa Jabatan Jokowi Berakhir

Sri Mulyani menuturkan dalam program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih banyak pembiayaan proyek yang potensial untuk mengandalkan program KPBU, termasuk KPBU syariah.

Jika skema pembiayaan melalui KPBU syariah berkembang, kata Sri Mulyani, akan meningkatkan reputasi Indonesia dalam menyusun skema pembiayaan berprinsip syariah, sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan dari luar Aanggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini akan tingkatkan reputasi di Indonesia akan mendesain skema pembiayaan syariah namun tetap bisa menjawab masalah-masalah pembangunan,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Daftar Proyek yang Harus Rampung Sebelum Jabatan Jokowi Berakhir

Adapun proyek KPBU pertama yang dilakukan dengan prinsip syariah adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Proyek yang bernilai sekitar Rp1,5 – 2 triliun ini akan dikerjasamakan selama 15 tahun ke depan dengan menggunakan skema pengembalian Ketersediaan Layanan/Availability Payment (AP). Proyek tersebut mendapat fasilitas penyiapan proyek (Project Development Facility/PDF) dari Kementerian Keuangan melalui penugasan kepada PT PII Persero.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain mengenai KPBU syariah, Sri Mulyani menjelaskan KNEKS juga akan terus mempercepat berbagai program ekonomi dan keuangan syariah lainnya, antara lain seperti penciptaan kawasan industri halal di berbagai daerah, penghimpunan data ekonomi syariah, pengembangan instrumen pendanaan syariah dan juga pengembangan industri kuliner halal.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengatakan KNEKS akan terus berupaya mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara yang menjadi pusat produsen produk halal dunia.

“Kemarin (Rapat Pleno pertama) saya memberikan arahan agar Program KNEKS dirumuskan lebih konkret, lebih terukur, agar kerja KNKES ‘netes' (menghasilkan),” kata Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini