Share

Harga Minyak Dunia Tembus USD121/Barel

Antara, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2022 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 320 2602911 harga-minyak-dunia-tembus-usd121-barel-ODNqnDQq3k.jpg Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak dunia naik di atas USD121 per barel pada akhir perdagangan Senin (30/5/2022). Harga minyak dunia mencapai level tertinggi dua bulan karena China melonggarkan pembatasan COVID-19 dan para pedagang memperkirakan ekspektasi bahwa Uni Eropa pada akhirnya akan mencapai kesepakatan untuk melarang impor minyak Rusia.

Aktivitas perdagangan diredam karena hari libur umum di Amerika Serikat pada Senin (30/5/2022).

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, yang akan berakhir pada Selasa, ditutup naik USD2,24 atau 1,9% menjadi menetap di USD121,67 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,99 atau 1,7%, menjadi USD117,06 per barel pada pukul 18.03 GMT.

"Salah satu alasan yang dikutip untuk ini adalah pencabutan pembatasan virus corona di Shanghai, yang memicu harapan bahwa permintaan minyak akan meningkat lagi di China," kata analis di Commerzbank dalam sebuah catatan kepada klien.

Shanghai mengumumkan berakhirnya penguncian COVID-19 selama dua bulan, dan akan memungkinkan sebagian besar orang di kota terbesar China itu untuk meninggalkan rumah mereka dan mengendarai mobil mereka mulai Rabu (1/6/2022).

Sementara itu, Uni Eropa bertemu pada Senin (30/5/2022) dan Selasa untuk membahas paket sanksi keenam terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus."

"Eropa telah tawar-menawar tentang hal ini selama lebih dari sebulan, tetapi semakin pasar menilai (sanksi tambahan) sebagai risiko," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas senior di TD Securities di Toronto.

Negara-negara Uni Eropa gagal menyepakati larangan impor minyak Rusia meskipun ada tawar-menawar di menit-menit terakhir sebelum KTT berlangsung di Brussels. Tetapi para pemimpin dari 27 negara Uni Eropa pada prinsipnya akan menyetujui embargo minyak, menurut rancangan kesimpulan KTT mereka, sambil meninggalkan rincian praktis dan keputusan sulit sampai nanti.

Larangan lebih lanjut pada minyak Rusia akan memperketat pasar minyak mentah yang sudah tegang untuk pasokan di tengah meningkatnya permintaan bensin, solar dan bahan bakar jet menjelang puncak musim permintaan musim panas di Amerika Serikat dan Eropa.

Menggarisbawahi ketatnya pasar, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dijuluki OPEC+, akan menolak seruan Barat untuk mempercepat peningkatan produksi ketika mereka bertemu pada Kamis (2/6/2022).

Mereka akan tetap pada rencana yang ada untuk menaikkan target produksi Juli sebesar 432.000 barel per hari, enam sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini