Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Tembus USD100, Bahlil: Tidak Membesarkan Defisit Kok

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 10 April 2026 |21:45 WIB
Harga Minyak Tembus USD100, Bahlil: Tidak Membesarkan Defisit Kok
Bahlil Lahadalia meyakini kenaikan harga minyak mentah dunia tidak akan membuat defisit APBN melebar. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini kenaikan harga minyak mentah dunia tidak akan membuat defisit APBN melebar. Pasalnya, potensi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) juga ikut meningkat seiring kenaikan harga minyak tersebut.

Bahlil menjelaskan harga minyak dunia saat ini telah melampaui asumsi APBN 2026 di level USD70 per barel. Adapun harga minyak mentah dunia kini berada di kisaran USD100 per barel, sehingga subsidi energi ikut meningkat.

“Saya ingin mengatakan bahwa kenaikan ICP dari USD70 itu kita bisa menambah anggaran subsidi BBM, tanpa LPG, kurang lebih sekitar Rp220–230 triliun lebih,” kata Bahlil dalam peluncuran Buku Satya Widya Yudha di kawasan Senayan, Jumat (10/4/2026).

Bahlil menjelaskan target PNBP sektor migas tahun 2026 dengan asumsi harga minyak USD70 per barel sekitar USD10,8 miliar atau setara Rp184 triliun. Sementara itu, dengan kenaikan harga minyak menjadi USD100 per barel, potensi PNBP meningkat menjadi USD17,6 miliar atau setara Rp300 triliun (kurs: Rp17.090).

“Nah ini belum ada pendapatan dari komoditas lain. Jadi sebenarnya di satu sisi naik di subsidi, tapi kita ada sumber pendapatan lain yang belum kita hitung di APBN,” kata Bahlil.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement