Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Airlangga Ingin Kerjasama RI-Singapura Makin Erat

Antara , Jurnalis-Kamis, 02 Juni 2022 |06:57 WIB
Menko Airlangga Ingin Kerjasama RI-Singapura Makin Erat
Menko Airlangga ingin kerjasama RI-Singapura makin erat (Foto: Kemenko Perekonomian)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Singapura atas dukungan untuk Indonesia selama pandemi COVID-19. Dia mengatakan, kerjasama bilateral kedua negara telah berkembang pesat selama masa kepemimpinan Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

PM Lee Hsien Loong telah menyerahkan tampuk kursi kepemimpinan Singapura kepada Menteri Lawrence Wong yang terpilih sebagai Pemimpin Partai Aksi Rakyat (PAP) tim generasi keempat (4G) dan pada waktunya akan menjadi penerus sebagai Perdana Menteri Singapura.

“Sebagai mitra utama dalam investasi dan perdagangan, kami berharap dapat meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral kami ke tingkat yang lebih tinggi dari sekarang, setelah pandemi terkendali dan karena ekonomi kami terus pulih," kata Airlangga, Kamis (2/6/2022).

Dia mengatakan Indonesia terus memperbaiki iklim investasi dan melakukan reformasi seperti melalui Undang-Undang Cipta Kerja dan Sistem Online Single Submission (OSS).

Terkait dengan kerja sama investasi dan perdagangan kedua negara, total aliran modal asing (FDI) dari Singapura pada tahun 2021 tercatat senilai USD9,3 miliar dengan lebih dari 16.760 proyek. Sementara itu, volume perdagangan bilateral pada tahun lalu mencapai USD27 miliar.

Sebelumnya dalam kesempatan yang berbeda, Airlangga berbicara di Sesi Dialog 3G (Global Governance Group) dan mendorong anggota 3G untuk memperkuat upaya mengatasi krisis global saat ini di bidang pangan, energi, dan keuangan.

“Sebagai salah satu dari enam anggota Champion Group of the Global Crisis Response Group (GCRG), Indonesia yakin grup tersebut dapat memberikan hasil nyata dan memperkuat kerja sama lebih lanjut di antara negara-negara yang terkena dampak dalam tanggapan bersama terhadap krisis global,” ujarnya.

Isu-isu yang sedang berlangsung ini, kata dia, juga menjadi agenda prioritas untuk Kepresidenan G20 Indonesia tahun ini karena Working Group G20 yang relevan akan menyambungkan hasil mereka dengan program-program GCRG.

“Kami nantikan kehadiran PM Lee di KTT G20 Bali, bulan November mendatang,” ucap dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement