Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Humpuss Intermoda (HITS) Raup Laba USD3,36 Juta di Kuartal I-2022

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Jum'at, 03 Juni 2022 |14:22 WIB
Humpuss Intermoda (HITS) Raup Laba USD3,36 Juta di Kuartal I-2022
HITS Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Emiten pelayaran PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) meraup laba bersih sebesar USD3,36 juta di kuartal pertama 2022, di mana sebelumnya perseroan mencatat rugi bersih senilai USD730.979 pada kuartal I-2021.

Sementara pendapatan usaha mencapai USD25,74 juta atau setara Rp363,33 miliar (kurs Rp14.349 per dolar AS). Angka tersebut melonjak 43,91% year on year (yoy) dari USD17,89 juta atau sekitar Rp 251,86 miliar (kurs Rp14.082 per dolar AS) pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama HITS, Kemal Imam Santoso mengatakan, solidnya posisi topline masih ditopang oleh segmen bisnis jasa sewa kapal milik perseroan.

Secara rinci, jasa sewa kapal gas alam cair memberikan kontribusi sebesar US$ 7,78 juta pada triwulan I-2022.

”Selain menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi perseroan, jasa sewa kapal gas alam cair juga menjadi subsegmen bisnis dengan pertumbuhan terbesar, yakni sekitar 135,08% yoy dibandingkan dengan periode triwulan I-2021 dengan torehan US$ 3,32 juta,”ujarnya.

Sementara itu, pendapatan segmen bisnis HITS lain seperti jasa pengelolaan kapal, jasa pengelolaan awak kapal, dan pusat pelatihan awak kapal kompak tumbuh masing-masing 242,71%, 4,96%, dan 71,53% menjadi sebesar USD930.984, USD366.673, dan USD93.204.

Peningkatan pendapatan yang signifikan memberikan dampak positif bagi sisi bottomline HITS. Hingga akhir Maret 2022, perseroan berhasil memperoleh catatan positif lain ditunjukan pada posisi neraca keuangan perseroan.

Total ekuitas tumbuh secara tahunan dari US$ 63,53 juta menjadi USD67,64 juta. Sementara total aset perseroan hingga akhir Maret 2022 tumbuh 2,42% menjadi sebesar USD228,99 juta.

Di kesempatan yang sama, HITS tampak gencar melakukan aktivitas investasi dengan menggelontorkan dana hingga USD3,39 juta sepanjang periode tersebut. Nilai itu melonjak 34,37% yoy dari akhir Maret 2021.

Adapun anak usaha HITS yang merupakan emiten pelayaran LNG pertama di Indonesia, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menunjukan kinerja serupa. Perseroan sukses membalikan rugi USD 2,02 juta pada kuartal I-2021 menjadi untung USD1,27 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.

Hal ini disebabkan oleh pendapatan yang meroket 140,82% yoy menjadi USD10,45 juta atau setara Rp 149,95 miliar pada kuartal I-2022 dari USD4,34 juta atau sekitar Rp61,92 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sebagai catatan, segmen bisnis jasa sewa kapal gas alam cair menyumbangkan US$ 8,09 juta pada triwulan I-2022. Disusul segmen unit penyimpanan dan regasifikasi terapung dengan perolehan USD2,23 juta. Sedangkan, segmen tunda dan tambat memiliki nilai USD26.900.

Adapun lini bisnis perseroan lainnya, yakni jasa pengelolaan kapal memberikan sumbangan sebesar USD103.000. Kemal yang juga merupakan Direktur Utama GTSI mengatakan bahwa catatan positif ini tidak lepas dari peningkatan kinerja operasional yang dilakukan perseroan. Selain itu, kepercayaan para konsumen menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan perseroan.

“Ke depannya kami akan terus meningkatkan kinerja operasional agar dapat memberikan manfaat terbaik bagi para pemegang saham kami dan juga bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sejalan dengan kinerja keuangan positif yang berhasil diperoleh perseroan, saham HITS ikut diapresiasi oleh pelaku pasar. Sepanjang tahun 2022 atau year to date (ytd), harga saham HITS saat ini telah melesat hingga 205,99% menjadi Rp 1.175 per saham. Sementara itu, saham GTSI melesat 7,02% menuju level Rp 61 per saham pada akhir sesi perdagangan Selasa, 31 Mei 2022.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement