Wira yang juga sebagai Penasihat Investasi Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (PIPP) menuturkan, sebaiknya perbankan di Indonesia segera melakukan berbagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya peningkatan PHK pegawai dan pengangguran melonjak.
"Hindari terjadinya PHK yang mendadak kepada karyawan dan tidak beralasan bahkan tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sebaiknya jika ingin mengambil strategi penutupan cabang maka juga sudah harus menghitung komponen biaya pensiun dini untuk karyawan yang terkena imbas penutupan cabang. Atau disiapkan biaya pelatihan guna memberikan skill tambahan yang sekiranya berguna untuk posisi baru, " katanya.
4.Langkah Inisiatif
Wira mengatakan, hendaknya perbankan melakukan langkah inisiatif dengan menawarkan berbagai pilihan kepada pegawai yang akan terkena dampak penutupan cabang.
Selain itu, imbuhnya, perbankan juga melakukan pendekatan secara individual kepada pegawainya untuk mengetahui ekspektasi pegawai.
“Harapannya agar terjalinnya komunikasi yang baik dan mendapatkan dukungan penuh dari para pegawainya,” katanya.
5. Kehadiran Fintech
Dengan adanya win win solution terhadap pegawai yang terkena imbas penutupan cabang maka akan membuat image perusahaan tersebut juga terlihat lebih baik. Jika ada keluhan dari pegawai perbankan lalu menyampaikan di surat terbuka tentunya akan membuat image perusahaan tersebut tidak baik, maka di khawatirkan juga mencoreng industri perbankan di tanah air.
Praktisi Perbankan yang juga Penggagas Asosiasi Bankir Indonesia (ABI) Wira Satria mengatakan, masuknya era digitalisasi apalagi setelah adanya pandemic Covid, semua industri berlomba melakukan digitalisasi.