Share

G20 Selesaikan Krisis, Bukan untuk Hentikan Perang

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 320 2606444 g20-selesaikan-krisis-bukan-untuk-hentikan-perang-yhURfjLoIe.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi menyebut forum G20 yang saat ini dibawah Presidensi Indonesia adalah forum yang sejak awal dibentuk untuk menyelesaikan krisis akibat keuangan, bukan untuk menghentikan perang.

Dengan adanya perang Rusia-Ukraina yang tidak termasuk dalam agenda yang sebelumnya dirancang, maka agenda G20 diarahkan juga untuk mengantisipasi dampak krisis akibat perang.

"Peran G20 bagaimana? Kita tidak mungkin mengarah ke proses menghentikan operasi militernya, karena G20 bukan forum untuk itu. Forum ini adalah untuk krisis-krisis yang karena keuangan. Dan mulai tahun 2020, kita mulai menghadapi krisis yang bukan bersumber dari keuangan, yaitu pandemi Covid-19," ujar Edi dalam media briefing di Jakarta, Senin (6/6/2022).

Bahkan, dia menegaskan bahwa G20 tidak memiliki instrumennya untuk menghentikan perang, dan tidak mungkin untuk menciptakan instrumen tersebut. G20 sendiri berbasis pada konsensus, sehingga yang dapat didorong semaksimal mungkin adalah forum duduk bersama.

"Dengan adanya komunikasi, harapan kita akan ada saling pemahaman. Akan lebih baik jika negara-negara yang berkonflik juga muncul dalam dialog, kalau tidak, maka itu akan sulit," ungkap Edi.

Berdasarkan sejarahnya, G20 dibentuk dari G7 pada awalnya. Desain agendanya berasal dari situasi yang tidak ada perang.

"Sekarang tugasnya adalah menyelaraskan agar tema G20 tetap relevan sementara kita bisa mengantisipasi dampak dari perang. Desainnya sebelumnya tidak ada perang, karena ada perang, bisa relevan, tapi situasinya harus di-adjust. Tapi kalau kita bisa hentikan perang, berarti relevan. Masalahnya kita memaksa untuk menghentikan perang, tidak semua negara ada di G20. Makanya kita mendekati PBB dalam upaya mendorong berhentinya perang," ungkap Edi.

Melalui Sherpa Track, G20 mencari konsensus penyelesaian dari dampak krisis karena dampak perang, baik dari sektor pangan dan energi. Dia juga menyebutkan bahwa perang itu berbeda dengan bencana alam.

"Bencana alam, berhentinya kita tidak bisa prediksi, tapi perang sebenarnya bisa. Maka peran kita sekarang adalah menyampaikan seruan berhenti perang seperti yang sudah disuarakan pula oleh G7," pungkas Edi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini