Share

Erick Thohir Perintahkan BUMN untuk Terus Bantu Pahlawan Devisa

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 320 2606606 erick-thohir-perintahkan-bumn-untuk-terus-bantu-pahlawan-devisa-6QxvRWeMms.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan perusahaan pelat membantu Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri.

Erick Thohir mendukung penuh penciptaan lapangan kerja, termasuk dengan menggandeng Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

"BUMN terus membantu PMI untuk bisa mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri," ujar Erick, Senin (6/6/2022).

Pada 2020 lalu, Kementerian BUMN dan BP2MI melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ihwal Koordinasi Tugas dan Fungsi Lingkup Kementerian BUMN dan BP2MI. Dalam kerja sama ini, terdapat 4 komitmen Kementerian BUMN dalam memberikan perlindungan bagi PMI.

Adapun komitmen tersebut, antara lain Kementerian BUMN turut memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kerja bagi calon PMI, keberangkatan dan kepulangan PMI, remitansi bagi PMI, dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro, pelatihan kewirausahaan, dan promosi produk purna PMI.

Senada, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengaku sangat mengapresiasi dukungan BUMN. Berkat dukungan tersebut, transformasi tata kelola perlindungan sudah bergerak ke arah yang lebih baik. Benny menilai kolaborasi dengan BUMN juga menghadirkan perlakuan hormat negara kepada para pahlawan devisa.

"Perlakuan hormat ini sudah dilakukan atas bantuan BUMN karena kalau BP2MI tidak punya anggaran. Bayangkan ada pinjaman dengan bunga sangat rendah dan PMI tidak boleh lagi jual harta keluarga atau pinjam ke rentenir jika ingin keluar negeri. Negara hadir," tutur Benny.

Dia menyampaikan fasilitas jalur khusus dan lounge di bandara juga menempatkan PMI sejajar dengan para pejabat tinggi negara. Hal ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pekerja migran.

Benny menyebut perlakuan istimewa kepada para PMI sudah sepantasnya dilakukan mengingat sumbangsih mereka yang memberikan Rp 159 triliun setiap tahunnya untuk Indonesia.

"Keberpihakan kita juga menjadi perlawanan serius kepada mereka yang masih memberangkatkan secara tidak resmi. Rakyat diberikan pilihan dan mereka akan memilih jalan secara resmi dan diperlakukan dengan hormat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini